Laporan Distilasi Sederhana

Distilasi adalah pemisahan dua zat atau lebih dalam bentuk cair berdasarkan perbedaan titik didihnya. Alkohol memiliki titik didih 78,40C dan air 1000C sehingga pada saat dilakukan distilasi zat yang terlebih dahulu menguap adalah alkohol. Alkohol lebih dahulu menguap karena titik didihnya yang lebih rendah 21,60C dari pada air.

Uap alkohol tersebut kemudian bergerak menuju tekanan yang lebih rendah,  pada bagian ujung adapter penampung distilat terdapat lubang sebagai pengurang tekanan sehingga uap alkohol akan mengarah ke arah lubang tersebut. Pada perjalanannya, uap alkohol yang bersuhu tinggi kemudian melewati kondensor dengan suhu yang lebih dingin sehingga sebagian besar uap alkohol terkondensasi menjadi cair kembali dan sebagian kecil uap alkohol yang tidak terkondensasi kemudian keluar melalui lubang pada ujung adaptor penampung distilat tersebut.

Alkohol terus menguap sampai kadar alkohol dalam air habis, suhu tetap dijaga agar konstan antara 78-850C karena bila suhu terus dibiarkan naik hingga 1000C air pun ikut menguap. Pada akhir proses distilasi, air akan tetap berada pada reaktor dan alkohol akan tertampung di labu penampung sebagai distilat.

Kemurnian alkohol hasil distilasi dapat dilihat dengan membandingkan indeks bias alkohol murni dengan alkohol distilat sehingga didapatkan data sebagai berikut:

Download DISINI

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: