Pembuatan garam larut dan tidak larut

DASAR TEORI

Larutan elektrolit adalah suatu larutan yang dalam air terion menjadi ion-ionnya.shingga dengan adanya gerakan ion-ion ini maka larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik.larutan elektrolit dapat berupa aam basa dan garam.asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam,basa terurai menjadi ion logam dan ion hidroksil.garam terionisasi menjaddi ion logam dan ion sisa asam.

a.  Larutan asam

HCl  ———–>     H+ + Cl

b.  larutan basa

NaOH ———>    Na+ + OH

c.  Larutan Garam

NaCl ————>     Na+ + Cl

Dalam larutan elektrolit,zat yang direaksikan dapat menhghasilkan seenyawa yang mudah larut dalam air atau senyawa yang sukar larut dala air.(membentuk endapan)

misalnya: Fe3+ + 3OH– ——————->     Fe(OH)3

Reaksi yang  terjadi dalam larutan elektrolit disebut reaksi ion yang merupakan reaksi antar ion-ion yang terdapat dalam larutan.rekasi yang terjadi antara lain adalah

1.  Reaksi penetralan atau reaksi asam basa

H+ + OH  ————>      H2O

2.  Reaksi pembentukan gas

a. 2Al  + 3H2SO4    ————>      Al2(SO4)3 + 3H2

b. Na2CO3 +2HCl    ————>       2Na+ + 2Cl + H2O + CO2

3.  reaksi pembentukan endapan

a. Ag+ + Cl   ————>      AgCl

b.Ca2+ + CO32-     ————>   CaCO3

c.Pb2+ + CrO42-   ————>      PbCrO4

Jika sejumlah besar pelarut dibiarkan berhubungan dengan sejumlah terbatas pelarut, pelarutan terjadi secara terus menerus. Hal ini berlaku karena adanya proses pengendapan, yaitu kembalinya spesies (atom, ion, atau molekul) ke keadaan tak larut. Pada waktu pelarutan dan pengendapan tarjadi dengan laju dan kecepatan yang sama, kuantitatif terlarut yang larut dalam sejumlah pelarut tetap sama pada setiap waktu. Proses ini adalah suatu keseimbangan dinamis dan larutannya dinamakan larutan jenuh. Konsentrasi larutan jenuh dikenal dengan kelarutan zat terlarut dalam pelarut tertentu.

 

PEMBAHASAN

A.  Garam Larut

1.Garam yang terbentuk dari reaksi Zn dan asam sulfat encer

Persamaan reaksi      : Zn + H2SO4   ———>       ZnSO4 + H2

Reaksi antar logam dengan asam kuat encer akan menghasilkan garam dan gas hidrogen. Dari reaksi di atas garam yang terbentuk merupakan penggabungan dari logam Zn dan anion SO42- sehingga terbentuklah ZnSO4. Ketika SO42- bergabung dengan suatu unsur membentuk garam, maka sebagian besar senyawa tersebut akan larut dalam air. Kecuali untuk SrSO4, BaSO4, PbSO4, Hg2SO4, CaSO4, dan Ag2SO4. Sehingga ketika anion SO42- bergabung dengan logam Zn maka dapat dipastikan bahwa garam tersebut merupakan garam yang larut.

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, setelah pemanasan dilakukan, tidak nampak adanya kristal yang terbentuk. Yang terjadi adalah air menguap seluruhnya dan menyisakan warna kehitaman pada cawan. Hal ini disebabkan oleh faktor faktor berikut.

Pada percobaan, logam Zn yang direaksikan dengan H2SO4 tidak larut seluruhnya. Walaupun sudah dilakukan penggojokan dan pengadukan, logam tersebut tidak juga larut. Yang terjadi hanyalah perubahan warna logam Zn yang semakin memudar. Seharusnya, karena Zn melebur pada suhu 410oC proses pelarutannya harus dilakukan dengan jalan pemanasan. Kemudian, walaupun Zn tidak larut seluruhnya, larutan tetap kami saring dan panaskan. Hasilnya tentu dapat ditebak. Zn yang belum sepenuhnya bereaksi dengan asam sulfat tidak membentuk kristal garam ketika dipanaskan.

2.Garam yang terbentuk dari natrium karbonat dan asam klorida

Persamaan reaksi      : Na2CO3 +  2HCl   —————–>       2NaCl  +  H2O  + CO2

Garam yang terbentuk dari reaksi diatas berasal dari penggabungan kation Na+ pada Na2CO3 dan anion Cl pada HCl. Sehingga terbentuklah 2 mol garam NaCl. Selain NaCl produk lain yang juga dihasilkan pada reaksi tersebut adalah H2O dan CO2.

Natrium Klorida yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari hari  merupakan garam yang larut. Secara teori semua garam yang mengandung kation Na+ akan larut dalam air. Begitupun garam yang mengandung anion Cl. Sebagian besar garam yang mengandung anion Cl biasanya akan larut dalam air kecuali AgCl, Hg2Cl2, dan PbCl2.

Pada percobaan, kristal Na2CO3 tidak sepenuhnya larut dalam HCl jika hanya dengan penggojokan biasa. Ketika dipanaskan, barulah kristal tersebut dapat larut seluruhnya. Setelah larut, dihasilkan larutan berwarna bening kekuningan. Dan terlihat bahwa garam yang terbentuk dari reaksi tersebut merupakan garam yang larut.

Percobaan hanya dilakukan hingga mengetahui garam yang terbentuk merupakan garam larut atau tidak. Tidak sampai kepada proses penguapan.

 

3a. Reaksi antara NaOH dan CuSO4

Persamaan reaksi         : 2NaOH + CuSO4   —————->         Na2SO4  + Cu(OH)2

Reaksi antara NaOH dan CuSO4 menghasilkan dua jenis senyawa dimana salah satu dari dua senyawa tersebut mengendap. Lalu senyawa manakah yang mengendap?

Ketika anion SO42- bergabung dengan suatu unsur membentuk garam, maka sebagian besar garam yang terbentuk berupa garam yang larut. Termasuk ketika anion sulfat bereaksi dengan Natrium. Sementara hidroksida (OH) hanya larut dalam air hanya jika ia ada dalam bentuk LiOH, NaOH, KOH, Ba(OH)2, Ca(OH)2, dan Sr(OH)2.  Sehungga ketika OH bereaksi dengan Cu memebentuk Cu(OH)2, akan terbentuk senyawa yang tidak larut dalam air (mengendap).Jadi endapan yang terbentuk dari reaksi NaOH dan CuSO4 merupakan basa Cu(OH)2.

Dalam percobaan, Cu(OH)2 berbentuk endapan berwarna gelap (hitam kebiruan) yang teksturnya lembek seperti lumpur. Sementara larutannya berwarna biru kehijauan. Warna tersebut didapat dari CuSO4 yang memang berwarna biru.

 

b.      Reaksi antara endapan reaksi a dan asam asetat

Persamaan reaksi         : Cu(OH)2 + 2CH3COOH    —————->       Cu(CH3COO)2 + 2H2O

Garam yang terbentuk dari reaksi antara endapan yang dihasilkan dari reaksi a ( Cu(OH)2 ) dengan asam asetat adalah Cu(CH3COO)2. Asetat hanya akan mengendap jika ia bereaksi dengan Ag. Namun jika ia bereaksi dengan Cu ia akan menjadi garam yang larut.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, endapan yang didapat dari hasil reaksi antara NaOH dan CuSO4 berdasarkan percobaan yang telah dilakukan adalah berupa endapan yang lembek seperti lumpur. Hal inilah yang mempersulit proses penyaringannya. Selain itu setelah endapan dibilas dengan aquades yang terjadi adalah endapan dan akuades menyatu membentuk larutan sehingga butuh waktu lama untuk menyaringnya. Karena itu, untuk mempercepat proses penyaringannya kami melakukan pengadukan. Tapi pengadukan tersebut justru berakibat fatal karena membuat kertas saring menjadi robek. Namun kami tetap mengambil endapan yang terbentuk dan mencampurnya dengan asam asetat. Ternyata seluruhnya larut. Hal tersebut membuktikan bahwa garam yang terbentuk dari reaksi antara endapan Cu(OH)2 dan CH3COOH menghasilkan garam Cu(CH3COO)2 yang larut.

 

 B.  Garam tak larut

 1.Garam yang terbentuk dari reaksi kalsium klorida dan amonium oksalat

Persamaan reaksi      : CaCl2  +  (NH3)2C2O4 —————–>        CaC2O4 + 2NH3Cl

Campuran antara larutan CaCl2 dan (NH3)2C2O4 dalam percobaan menghasilkan larutan berwarna putih. Setelah didiamkan 10-15 menit tidak juga tampak adanya endapan yang terbentuk dan warna larutan tetap putih. Lalu, apakah garam yang terbentuk dari reaksi diatas bukan merupakan garam yang tak larut?

Walaupun tidak ada endapan yang terbentuk namun warna larutan yang putih mengindikasikan bahwa larutan tetap mengandung garam yang tak larut. Karena biasanya larutan yang mengandung garam larut relatif jernih dan tidak berwarna. Selain itu kemungkinan waktu pengendapan untuk membentuk garam CaC2O4 membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan pengendapan garam lain pada umumnya. Sehingga kemungkinan endapan akan terbentuk dalam jangka waktu yang relatif lama.

2.Garam yang terbentuk dari reaksi timbal nitrat dan kalium kromat

Persamaan reaksi      : Pb(NO3)2  +  K2Cr2O7  —————->       PbCr2O7  + 2KNO3

Berdasarkan hasil percobaan, didapatkan data bahwa terdapat endapan garam yang terjadi dari reaksi dua senyawa tersebut. Lalu diantara dua garam yang terbentuk berdasarkan teori persamaan reaksi, garam manakah yang mengendap?

Anion nitrat (NO3) memiliki karakteristik yang larut dalam air. Termasuk garam KNO3. garam bernitrat hanya akan mengendap jika ia berupa AgNO3. KNO3 merupakan garam larut sehingga dapat disimpulkan bahwa garam yang

mengendap dari reaksi diatas adalah PbCr2O7.

Identifikasi garam yang terbentuk adalah PbCr2Ojuga terlihat dari warna endapan yang terbentuk. Warna kuning yang dihasilkan membuktikan bahwa adanya kandungan Pb dan Cr2O72-. Secara teoritis, terdapatnya senyawa tersebut dalam endapan akan menghasilkan warna kuning.

 

3.Garam yang terbentuk dari reaksi kalsium klorida dan perak nitrat

Persamaan reaksi      : CaCl2  + 2AgNO3  ———–>      Ca(NO3)2  + 2AgCl

Kalsium nitrat adalah garam yang larut dalam air. Garam bernitrat yang tidak larut dalam air hanyalah nitrat yang bersenyawa dengan Ag. Sementara AgCl adalah garam yang tidak larut dalam air. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa endapan yang terbentuk adalah garam AgCl. Hal ini diperkuat dengan hasil percobaan yang menunjukkan bahwa endapan yang terbentuk berwarna putih. Hal ini sesuai dengan teori yang ada bahwa senyawa AgCl berwarna putih.

 

4.Garam yang terbentuk dari reaksi perak klorida dan amonium hidroksida

Persamaan reaksi      : AgCl  +  NH4OH  ———->      AgOH  + NH4Cl

Endapan yang terbentuk pada percobaan nomor 3 dibagi dua dan salah satunya direaksikan dengan amonium hidroksida. Dari hasil percobaan, endapan yang terbentuk pada reaksi antara perak klorida dan amonium hidroksida berupa endapan berwarna putih dengan sedikit warna ungu pada bagian bawah endapan.

NH4Cl yang merupakan garam larut tidak mungkin mengendap. Sementara kombinasi antara Ag+ dan OH menghasilkan garam AgOH yang merupakan garam yang tidak larut. Sehingga endapan yang terbentuk dari reaksi diatas merupakan garam AgOH.

 

5.Garam yang terbentuk dari reaksi perak klorida dan asam nitrat

Persamaan reaksi      : AgCl  +  HNO3   ———->          AgNO3  +  HCl

Setelah larutan perak klorida yang pertama yang direaksikan dengan amonium hidroksida, larutan sisanya direaksikan dengan asam nitrat. Campuran ini menghasilkan perak nitrat dan dan asam klorida. Diantara keduanya manakah yang mengendap?

HCl merupakan asam kuat yang larut. Begitupun sebagian besar senyawa nitrat. Biasanya gabungan tersebut menghasilkan senyawa yang larut. Namun tidak dengan Ag. Jika nitrat bereaksi dengan perak maka akan menghasilkan garam yang tidak larut. Jadi Endapan yang dihasilkan dari reaksi perak klorida dan asam nitrat menghasilkan endapan garam AgNO3

 

download file lengkapnya disini

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: