Laporan pH metri

TUJUAN PERCOBAAN
Umum:

  • Mengetahui prinsip dari titrasi pH-metri
  • Memahami penggunaan titrasi pH-metri

Khusus:

  • Dapat melakukan titrasi pH-metri dengan benar
  • Dapat melakukan titrasi pembakuan larutan NaOH
  • Dapat menentukan kadar asam dalam minuman

DASAR TEORI
pH didefinisikan sebagai logaritma dari keaktifan ion hidrogen, (untuk larutan yang encer merupakan konsentrasi dari ion hidrogen). pH meter, merupakan voltmeter yang dapat digunakan bersama elektroda kaca sebagai elektroda penunjuk. Pada pH meter, yang diukur adalah potensial sel bukan langsung harga pH larutan.
Elektroda kaca sebagai elektroda penunjuk mempunyai notasi sel.

Ag | AgCl, Cl- , H+ | membran kaca

Kaca yang digunakan sebagai elektroda terdiri atas jaringan silikat yang bermuatan negatif dan mengandung sejumlah kation terutama ion natrium yang dapat ditukar oleh ion hidrogen.
Elektroda gelas (kaca) sebelum digunakan harus direndam dalam air agar molekul-molekul air masuk ke kisi-kisi kaca dan akan mengembang sehingga proses pertukaran ion akan mencapai maksimum. Dengan kata lain gugus Na+ dapat dengan mudah ditukar dengan ion H+. Oleh sebab itu, pada saat pengukuran perlu waktu respon bagi elektroda.
Pengukuran ion hidrogen harus dibandingkan terhadap ion hidrogen yang sudah diketahui konsentrasinya dan tetap. Oleh karena itu, bentuk elektroda kaca spesifik yang berupa wadah kecil yang didalamnya berisi larutan dapar asetat atau HCl 0,1 N. Dengan demikian lapisan dalam kaca mempunyai konsentrasi H+ yang tetap dan diketahui, sedangkan lapisan luar kaca konsentrasi H+ bergantung pada larutan yang akan diukur.

Dari persamaan Nernst dapat diturunkan sebagai berikut:

(Kalo kurang ngerti download filenya dibawah)

E1 = E1o + 0,059 log [H+]L ; E2 = E2o + 0,059 log [H+]g . . . . . . . 1.1
DE = E1 – E2 = (E1o – E2o) + 0,059 log [H+]L / [H+]g . . . . . . . . . . 1.2
Bila:
k = (E1o – E2o) + 0,059 log [H+]g . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1.3
maka:
DE = k + 0,059 log [H+]L

Dengan
[H+]L = konsentrasi ion hidrogen dalam larutan (lapisan luar)
[H+]g = konsentrasi ion hidrogen dalam gelas (lapisan dalam)
k = tetapan

Harga k bergantung pada lamanya elektroda gelas tercelup di dalam air / larutan KCl yaitu hingga terjadi kesetimbangan air dengan gelas. Oleh karena itu, sebelum digunakan elektroda gelas harus direndam dalam air. Harga k dapat diketahui melalui kalibrasi elektroda yaitu dengan mwnggunakan larutan dapar yang diketahui pHnya.
Batas pengukuran elektroda gelas antara 2 – 12, hal ini disebabkan karena lebih dari pH 12, ion hidroksida dengan konsentrasi tinggi mampu mengikat ion Na. Sedangkan dibawah pH 1 semua ion natrium pada lapisan gelas ditukar oleh ion hidrogen akibatnya tidak terjadi pertukaran ion dengan larutan yang diukur, sehingga harga k menjadi tidak tetap.
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang terjadi di dalam mitokondria, yang penting dalam metabolisme makhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.
Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut).
Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7 (strukturnya ditunjukkan pada tabel informasi di sebelah kanan). Struktur asam ini tercermin pada nama IUPAC-nya, asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat.
Sifat fisika dan kimia
Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di sebelah kanan. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air (lihat keterangan tentang kegunaan di bawah).
Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal berwarna putih. Serbuk kristal tersebut dapat berupa bentuk anhydrous (bebas air), atau bentuk monohidrat yang mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk anhydrous asam sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous dengan pemanasan di atas 74 °C.
Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan melepaskan karbon dioksida dan air.

 

download file lengkapnya disini

  1. Asiiik…
    Salam kenal dari teknik kimia polinema.

  1. Ping-balik: laporan PHmetri | HIMKA POLBAN

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: