Forum

Buat Teman-teman analis kimia atau kimia sains bisa tanya jawab disini seputar dunia kimia. silakan Login dengan email facebook kalian supaya silaturahmi lebih bisa terasa dan tanya jawab lebih seru. tenang ada Dr. Anstong yang siap membantu.πŸ˜€

INGAT! KALAU KALIAN TIDAK LOGIN MENGGUNAKAN AKUN FACEBOOK KEMUNGKINAN TIDAK AKAN KAMI JAWABπŸ™‚

  1. Apa fungsi penambahan BaClΒ² secara berlebih pada analisis sulfat pada air laut dengan metode gravimetri?

  2. Ada info lowongan kerja untuk PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk & Group untuk lulusan D3 Analis Kimia. Info lebih lanjut buka di http://www.bandungoc.com

  3. mw nanya kak,..jika air tanah di sedot secara besar-besaran dan akuifer mengalami kesongan kemungkinan-kemungkinan apakah yang akan terjadi,dan bagaimana cara untuk mencegah agar akuifer tersebut tidak kosong,…

  4. pereaksi h3bo3 itu apa ?
    yg nantinya bisa dijdikan prosedur gravimetri

  5. syarat” pemilihan indikator apa aja?

  6. Apa yang menyebabkan kelarutan larutan NaCl berkurang dalam air pada saat di panaskan dan kelarutan larutan KBr bertambah dalam air pada saat dipanaskan ?

    Mohon di jawab, terima kasih

  7. kak mw nanya….
    boleh nggak menggunakan metode kompleksometri untuk menentukan kadar Ca dalam CaO?
    SNI yg bgus untuk dipakai apa yg bgus ya kk?

    • nurul, sebenernya banyak metode penentuan kalsium, bisa secara komplekso, permangani, bahkan yang lebih detil hingga satuan ppm bisa pake AAS ,dan ppb (part per bilion) dengan menggunakan ICP (inductively coupled plasma)..
      nah tergantung nurul,, mau menggunakan dalam skala % atau konsentrasi yang kecil..
      Kalau dilihat dari jenis sampel CaO, kandungan logam Ca hampir mendominasi semua sampel, jadi kalau pake instrument, detil (lebay) karena kandungannya yang terlampau banyak dalam. sampel, nah jadi lebih baik dengan menggunakan metode titrimetri.

      metode titrimetri yang ditawarkan ada 2 yaitu dengan

      1.titrasi redoks (permanganimetri) . Prinsip : didasarkan pada reaksi Ca dengan asam oksalat membentuk endapan CaC2O4. endapan yang terbentuk direaksikan dengan asam sulfat/HCL sehingga terbentuk CaSO4 dan H2C2O4. nah H2C2O4 yang ekuifalen dengan kandungan Ca dalam larutan..

      2. titrasi komplekso. Prinsip : didasarkan pada K stab reaksi kompleks antara EDTA dengan logam Ca2+. awalnya Ca2+ bereaksi dengan indikator murexid membentuk senyawa kompleks berwarna ungu. Karena harga K stab Ca-EDTA > Ca-murexide, lama kelamaan selama dititrasi dengan EDTA, Ca-murexide menjadi lepas membentuk ion murexide bebas yang berwarna merah anggur. Sehingga ketika Ca habis bereaksi dengan EDTA ( pada saat TE ) warna ungu pada larutan sudah hilang,

      untuk metode pengujian kduanya bisa dilakukan (valid)..

      Hanya saja yang jadi catatan CaO jika dlarutkan dalam air akan membentuk endapan Ca(OH)2 sedangakan syarat titrasi Ca harus dalam bentuk Ca2+ yang LARUT,, sehingga preparasinya dapat dilakukan penambahan asam terlebih dahulu..

      mengenai SNI,, hhe saya harus buka SNI dlu (ga punya akun nya hhe :p ), soalnya saya bukan tipe penghapal kode SNI,, tapi kalau ada yang mau didiskusikan mengenai SNI, silakan tanya kembali bagian mana yang mau didiskusikannya..

      Dr. Angstrom

    • makasih kk jwaban dan sarannya……..
      bleh tanya lg kk…..
      kalw komposisi dari abu cangkang keong mas apa aja ya kk….?
      Nurul udh coba cari tapi g’ ketemu cuma kerang (Secara kimia abu cangkang kerang terdiri dari oksida logam berupa 66,70% CaO, 7,88% SiO2, 0,03% Fe2O3, 22,28% MgO, 1,2% Al2O3 (Siregar, 2009)).

  8. maaf nau nanyak kalau kayak uji karbohidarat untuk jenis pakan lele boleh gak pakai metode luff schoorl, atau mungkin ada perlakuan yang berbeda dalam ujinya ???

    • Astuti.. wah pengujian pakan lele yah.. justru pakan lele yang memiliki kandungan karbohidrat yang relatif tinggi (dalam satuan persen) lebih baik menggunakan metode titrimetri (luff schroorl, atau muller). prinisip sama, yaitu berdasarkan reaksi gula pereduksi yang bereaksi dengan Cu2+ membentuk endapan merah bata, kemudian Cu2+ sisa dititrasi dengan tio sulfat.. dimana Cu2+ yang hilang sebanding dengan kandungan gula pereduksinya..

      perlu ditekankan bahwa luff schrool digunakan untuk menganalisa gula pereduksi, sehingga ketika kita akan menganalisa karbohidrat (merupakan polimer yang tersusun atas beberapa molekul gula) maka perlu dilakukan hidrolisis (pemecahan ikatan pada karbohidrat menjadi gula sederhana), hidrolisis untuk penentuan kandungan karbohidrat dilakukan dengan menggunakan HCl 10% dan dipanaskan selama kurang lebih 3 jam (proses refluks).

      Nanti hasil refluks tersebut dinetralkan, dan ditambahkan larutan luff schrool berlebih, kemudian dititrasi dengan menggunakan Na2S2O3 (KI dan kanji otomatis harus ditambahkan)..

      Catatan:

      Poin kritis penentuan karbohidrat ini berada di proses hidrolisis,
      pastikan tiosulfat telah distandarisasi.
      KI dan Amylum yang digunakan harus fresh
      Tambahkan amylum (kanji) ketika warna coklat dalam larutan memudar

  9. gan mau tanya
    definisi HBO3 & NAOH menurut kurva konduktometri ??

    • gan bondet,, mungkin yang agan maksud H3BO3 ya gan,, sebenarnya NaOH dan H3BO3 membentuk suatu sistem buffer yang memiliki ketahanan terhadap perubahan pH, karena H3BO3 merupakan asam lemah sedangkan NaOH merupakan Basa Kuat (tidak ada hubungannya dengan definisi menurut kurva konduktometri), namun perubahan pH dipengaruhi oleh perubahan jumlah ion (elektron dalam larutan), yang berakibat berubah pula harga konduktivitas larutan.. jadi mungkin ketika dilakukan penetapan harga konduktivitas selama titrasi, ketika titik ekuifalen tercapai pada kurva memiliki kemiringan yang berebeda ketika titrasi setelah melewati TE, dimana harga konduktivitas akan menaik drastis setelah TE tercapai(berbeda ketika sebelum TE yang menurun secara perlahan).

      jika belum jelas mohon tanya kembali dengan pertanyaan yang lebih detil.πŸ™‚

  10. saya mau bertanya mengapa dalam pengukuran CO2 dalam suatu perairan menggunakan larutan Na2CO3? Apakah fungsi dari larutan tersebut?
    terimakasih

    • Alim, Na2CO3 memiliki sifat yang stabil sehingga walaupun memiliki Mr yang kecil ia bisa digunakan sebagai standar primer dlam berbagai penetapan titrasi asam basa, nah sama halnya dengan penentuan kandungan CO2 dalam air, natrium karbonat akan bereaksi dengan CO2 :

      Na2CO3 + CO2 -> 2NaHCO3
      Dengan bantuan indikator phenoptalein (trayek pH 8-11) kita dapat mendeteksi TE-nya karena CO2 dalam air bersifat asam sedangkan Na2CO3 bersifat basa, sehingga ketika jumlah CO2 dalam air habis dititrasi oleh Na2CO3, kelebihan Na2CO3 akan merubah suasan air menjadi basa, dan perubahan warna larutan akan terlihat dari yang tadinya tidak berwarna menjadi merah sangat muda..

      -Dr. Angstrom-

  11. Mksdnya karbonasi slurru Ca(OH)2 dalam pembuatan CaCO3

    • untuk rani,, bisakah lebih detil pertannyaannya.. rani akan membuat CaCO3, bahan apa yang rani punya ?? metode apa yang digunakan?? untuk skala apa yang akan rani buat?? lab, pilot plant, atau factory?? karena kita bisa modifikasi penambahan preaksi yang digunakan…. CaCO3 yang murni diapat dibuat dengan cara mambakar batu kapur (CaCO3 yang penuh impuritis) pada suhu 500 oC sehingga membentuk CaO, kemudian dilarutkan dalam air sehingga terbentuk endapan Ca(OH)2 (slurry yang rani maksud), kemudian larutan tersebut dialiri dengan gas CO2 sehingga terjadi, reaksi :
      Ca(OH)2 + CO2 -> CaCO3 + H2O..
      reaksi ini untuk skala lab cukup efisien,, dapat dilakukan dengan pesawat keep, tapi kurang efisien untuk skala pilot ataupun industri..

      adapun asam yang rani maksudkan dalam proses pembuatannya adalah mungkin untuk mengubah Ca(OH)2 dalam bentuk ion Ca2+ yang larut.. karena sesungguhnya Ca(OH)2 jika ditambahkan asam selain asam sulfat dan asam oksalat maka Ca(OH)2.. ketika Ca larut dalam bentuk ionnya rani dapat memisahkan Ca dari pengotornya, (biasa dilakukan pemisahan secara partikular) sehingga ketika dinetralkan, dan dilakukan Karbonisasi yang CaCO3 yang dihasilkan cukup murni..

      Mekanisme yang sebenarnya terjadi:
      Ca(OH)2 β†’ Ca2+ + 2OH-
      CO2 + OH- β†’ HCO3-
      HCO3- + OH- β†’ CO3(2-) + H2O
      Ca(2+)+ CO3(2-) β†’ CaCO3

      sehingga reaksi totalnya:
      Ca(OH)2 + CO2 β†’ CaCO3 + H2O

      kembali kepertanyaan kenapa tidak dibalik, dibuat suasana basa dulu kemudian asam, mungkin sudah bisa terjawab, CaCO3, walaupun ia tidak larut air, tapi ketika ditambahkan asam (selain asam sulfat dan oksalat) maka ia akan larut, dan senyawa karbonat yang telah terikat akan membentuk gas CO2 yang lepas kembali..

      CaCO3 + 2HX -> CaX2 + H2O + CO2

      Oke begitu ran,, apabila tidak puas silakan bertanya kembali.

      Dr. Anstrom

    • Pertanyaan sudah terjawab pada komentar sebelum nya rani..πŸ™‚

  12. Slamat malam, saya mw tanya…apa kegunaan reaksi karbonasi pembentukan CaCO3 dalam kondisi asam?
    Apa beda nya kalau urutannya di balik- kondisi basa dlu, lalu di tambahkan senyawa asam?
    Saya juga bingung bagaimana memilih senyawa asam agar tidak menimbulkan rekasi samping yang dapat membuat produk maupun reaktan jd berkurang?

  13. alasannya hampir sama dengan pertanyaan diatas,
    titrasi pertama reaksinya:
    CO3(2-) +H+ -> HCO3- (dari gas CO2)
    OH- + H+ -> H2O (dari NaOH)
    titik ekuifalen yang pertam terjadi di sekitar pH 7-8 , sehingga indikator yang cocok adalah PP (memiliki trayek pH 8-11)

    Sedangkan Pada titrasi kedua terjadi reaksi:
    HCO3- + H+ -> H2O + CO2
    titik ekuifalen terjadi di sekitar pH 4-6 sehingga digunakanlah indikator metil jingga..

    kalau dibalik, menggunakan metil jingga dulu.. nanti reaksi titrasi yang pertama ga bisa terdeteksi..jadi perhitungan menjadi tidak tepat..

  14. mau tanya , saat penetapan kadar naoh dan na2co3 dalam campuran , kenapa indikator yang dipakai pp dulu baru mo ? kenapa tidak indikator mo dulu baru pp

  15. metode untuk menganalisis kadar co2 di udra ambien bgaima?

    • Perlu mendia khusus untuk melakukan analisis CO2 diudara.. biasanya berupa absorben yang kemudian diisi oleh NaOH. NaOH tersebut akan berubah menjadi Na2CO3… Nah kita dapat selisihkan kandungan NaOH sebelum proses absorbsi dan setelah proses absorbsi, NaOH yang hilang ekuifalen dengan kandungan CO2 dalam udara. atau kalau mau lebih praktisnya menggunakan instrument untuk menganalisis gas dalam ruangan seperti oxy baby, gas analizer dll..

      dr angstrom.

  16. Tahun angkatan 1998/1999 D1 Analis kimia (PAAK) POLBAN merupakan angkatan terakhir… Setelah 10 tahun berlalu akhirnya terlahir juga D3 Analis kimia POLBAN… Harapan yg jadi kenyataan… Salam dari kami…

  17. aku mau tanya dong, pengaruh penambahan bacl2 pada uji so4 dengan spektro apa yaa?makasih:)

    • April : uji sulfat dengan menggunakan spektro didasarkan pada penyerapan cahaya oleh endapan BaSO4 yang dihasilkan, jadi banyak nya endapan BaSO4 akan ekuifalen dengan banyaknya SO4 dalam sampel, nah untuk membentuk endapan itu maka dibutuhkanlah preaksi pengendap berlebih, preaksi pengendap tersebut adal BaCl2..
      reaksi yang terjadi adalah :
      BaCl2 + SO4 (-2) -> BaSO4 (s) + 2Cl-

      begitu.. apabila kurang jelas dapat ditanyakan kembali.. terimakasih..πŸ™‚
      dr. Angstrom

  18. aku mau nanya dunk, kenapa di rumus kadar campuran Naoh+Na2co3 itu a-b?
    trus kenapa menentukan kadar Na2co3nya pke rumus 2b?

    • Perlu diluruskan bahwa (a-b) adalah untuk penentuan kandungan NaOH saja bukan campuran…
      Dalam hal ini berarti dalam sampel terdiri dari 2 campuran . Kedua campuran ini dapat bereaksi dengan HCl, dan kedua campuran ini sangat berpengaruh pada pH larutan sehingga dalam proses analisanya dilakukan dalam proses yang bersamaan,
      Na2CO3 merupakan zat yang dapat beraksi dengan HCl;
      Reaksi :
      Na2CO3 +2 HCl -> 2NaCl+ H2O + CO2
      Sama seperti natrium karbonat; NaOH pun dapat bereaksi dengan HCl:
      NaOH + HCl -> NaCl + H20
      Karena terjadi 2 reaksi diatas maka pada proses pengerjaannya dilakukan 2 kali titrasi. Titrasi yang pertama adalah menitrasi larutan campuran tersebut dengan larutan HCl yang telah distandarkan hingga pH menjadi netral hingga warna indikator phenoptalein menjadi tidak berwarna dari yang tadinya warna pink, dan dicatat volumnya sebagai volume 1. Kemudian titrasi yang kedua dilanjutkan lagi masih dalam sampel yang sama dengan menggunakan indikator yang dapat mendeteksi perubahan pada range asam (misal metil merah) hingga larutan berwarna oranye kemerahan, dan dicatat volumnya sebagai volume 2.
      Dan reaksi dari titrasi yang pertama terjadi reaksi :
      CO3(2-) +H+ -> HCO3- (dari gas CO2)
      OH- + H+ -> H2O (dari NaOH)
      Sedangkan Pada titrasi kedua terjadi reaksi:
      HCO3- + H+ -> H2O + CO2
      Dari 2 reaksi diatas dapat dilihat bahwa sumber utama yang menyebabakan larutan sampel menjadi basa adalah OH- dan anion karbonat. Sehingga dalam perhitungan:
      untuk mencari mgekuvalent NaOH = (v1-v2) x N HCl
      untuk mencari mgekuivalen CO32- = 2 v2 x N HCl
      dimana v1 adalah volume titrasi awal dengan menggunakan indikator pehnoptalein, sedangkan v2 adalah volme titrasi ketika menggunakan indikator metil jingga.
      Pada titrasi pertama yang tertitrasi adalah kedua anion dalam sampel, yaitu gabungan antara CO2 dan OH dalam larutan. Sedangkan titrasi yang ke-2 merupakan titarasi antara HCO3- dalam larutan dengan larutan HCl dalam larutan yang ekuifalen dengan Β½ kandungan CO32- dalam larutan.

      Yah.. begitu..πŸ™‚
      semoga dapat difahami,, silakan bertanya kembali jika bingung..

      Dr. Angstrom

  19. maaf pak, mau nanya nih…. saya lagi mempelajari praktikum furnase, nah kira-kira bahan yang dapat difurnacekan apa saja ya?/

    • furnace biasa di pake untuk menghilangkan biomassa sel. jadi setelah di furnace 600-800C yg trsisa tnggal zat anorganiknya saja, organiknya udh nguap. kalo bhn yg bsa di furnace yg pnah ane pake buat gravimetri sel biologis dan anorganiknya. selanjutnya saya blm prnah coba.

  20. Jay…. Pernah tau metode uji serat kasar selain pake digest asam-basa pekat + pengabuan bla bla bla bla ga?
    Help me please.. heheπŸ˜€

    • Wulan : yah teh,, hanya itu metode yang paling akurat untuk proksimat penentuan serat kasar ada juga yang pake ADF dan NDF, ADF singkatan dari (Acid Detergent FIber) dan NDF singkatan (Neutral Detergen Fiber).. ADF (biasanya zat yang digunakan adalah setil, trimetil amonium bromida dalam asam sulfat) berfungsi untuk menentukan kandungan total selulosa dan lignin, sedangkan NDF untuk menentukan selulosa, hemiselulosa dan lignin… prinsip dari NDF dan ADF ini didasarkan pada kelarutan lignin, selulosa, dan hemiselulosa terhadap preaksi NDF dan ADF,.

      Jadi langkah pertama bahan yang akan ditentukan seratnya ditambahkan NDF terlebih dahulu, sehingga semua larut kecuali selulosa, hemi slulosa dan lignin,.. kemudian ditentukan kadarnya dengan gravimetri sebagai kandungan serat kasar..,

      langkah kedua, tambahkan preaksi ADF ke zat yang telah ditentukan kandungan NDFnya… yang berfungsi untuk melarutkan hemiselulosa, sehingga hemiselulosa larut, yang tersisa hanya slelulosa dan lignin sebagai residu,, kemudian didapatakn residu yang hanya mengandung selulosa dan lignin saja, kemudian tentukan %ADF tersebut dengan gravimetri..

      terakhir, tambahkan H2SO4 pekat kedalam %ADF tersebut sehingga selulosa larut, dan yang tersisa hanya lignin saja.. dan didapatkan % lignin

      jadi kesimpulannya, jika diurutkan maka,,
      %ADF= %lignin + %selulosa
      %NDF= %selulosa+ %hemiselulosa + % lignin
      Hemiselulosa = %NDF- %ADF
      Selulosa= %ADF – %Lignin

      Yah begitu kira-kira,, untuk lebih memahami prosedur teh,, bisa di buat flowchartnya..πŸ™‚

      Dr. Angstrom…

  21. Om mau tanya boleh??
    coulometri kan ada 2, (1) Coulometri Potensial terkendali dan (2) coulometri arus tetap nah letak perbedaannya dimana ya om??
    maksih sebelumnya,

  22. ya.. namanya siapa ya.. bingung.. saya panggil riski saja ya…πŸ™‚

    begini riski,, sbenarnya metode winkler itu digunakan untuk menentuka kandungan oksigen terlarut dalam air.. dengan prinsip titrasi redoks (Iodometri)..

    namun saya juga perna mendengar degnan prosedur yang valid penentuan campuran NaOH dan Na2CO3 dapat dilakukan dengan metode winkler ..

    Nah mengenai winkler yang disebutkan riski untuk penentuan NaOH dan Na2CO3, Pada prinsipnya metode ini adalah memisahkan komponen NaOH dan Na2CO3, kemudian ditentukan kadarnya masing-masing dengan cara dititrasi oleh larutan HCl standar. karena sperti yang kita tahu bahwa NaOH dan NaCO3 sama-sama bersifat basa.. dan akan mengonsumsi asam apabila dititrasi. karena ini lah maka untuk menentukan campuran NaOH dan Na2CO3 digunakan titrasi asam basa.

    Asam yang digunakan adalah zat baku sekunder HCl, yang telah distandarisasi seblmnya.

    jika sampel mengandung Na2CO3 dan NaOH ditrasi oleh HCl dengan bantuan indikator phenoptalein, maka pada saat TA, warna larutan yang tadinya ungu akan berubah menjadi tidak berwarna.. ini menandakan bahwa semua NaOH dan Na2CO3 habis bereaksi dengan HCl,
    reaksi yang terjadi :
    Na2CO3 + HCl -> NaHCO3 +NaCl
    NaOH + HCl -> NaCl + H2O
    sehingga hasil titrasi ini merupakan kandungan campuran Na2CO3 dan NaOH.
    nah fungsi pp (phenoptalein) disini berfungsi sebagai indikator (penanda) bahwa semua Na2CO3 dan NaOH telah habis bereaksi yang ditandai berubahnya pH larutan yang tadinya bersifat basa menjadi netral yang mengakibatkan pp menjadi tidak berwarna. (trayek pH PP =8,3 -11)

    kemudian yang berikutnya sampel awal yang belum ditirasi dipipet kembali (titrasi ke 2) dilakukan titrasi dengan HCl namun sebelumnya ditambahkan larutan BaCl2 (berlebih) untuk mengendapkan anion karbonat CO3(2-) kemudian disaring.
    Reaksi penambahan BaCl:
    CO3(2-) + BaCl2-> BaCO3 (s) (ngendap putih) + Cl-.
    setelah disaring kemudian dititrasi dengan menggunakan HCl. karena anion karbonat yang tadi telah tersaring, maka dalam larutan hanya ada NaOH yang mampu bereaksi dengan HCl. sehingga titrasi kedua ini yang terhitung adalah murni meq NaOH, sehingga perhitungannya:
    meq campuran (titrasi pertama) = meq NaOH (titrasi ke2) + meq Na2CO3
    sehingga meq Na2CO3 = meq campuran – meq NaOH…

    kesimpulan :
    1. pp berfungsi sebagai indikator asam basa untuk titrasi penentuan campuran ini dengan HCl. (karena TE terjadi pada pH 7 sedangkan PP memiliki trayek pH yang bedekatan yaitu 8,2-11
    2. sehingga digunakan indikator PP)
    BaCl2 berfungsi untuk memisahkan senyawa karbonat dalam campuran.. (melalui pengendapan)

    tambahan:
    ada metode lain yang lebih teliti,, untuk masalah ini dibandingkan dengan menggunakan penambahan BaCl2 untuk mengcover Na2CO3. yaitu dengan mentitrasi kembali hasil titrasi pertama, yang pada saat akan run titrasi kedua, ditambahkan indikator yang berbeda, yaitu metil orange.. sehingga sampel yang sama mengalami 2 kali titrasi namun berbeda indikator. reaksi yang terjadi pada titrasi kedua:
    HCO3- + H+ -> H2O + CO2

    dari reaksi diatas HCO3- yang terbentuk ekuifalen dengan Na2CO3 sehingga pada titrasi kedua ini hasil konsumsi HCl, menunjukkan jumlah kandungan Na2CO3 saja dalam sampel..Catatan sebelum titrasi ke-2 volume buret di balikan kembali ke 0 mL sehingga yang terbaca ketika TA pada titrasi ke dua hanya kandungan Na2CO3 saja..

    Bagaimana riski?? semoga bisa membantu..jika masih bingung silakan tanya kembali

    Dr. Angstrom

  23. ka mau nanya pda titrasi penetapan kadar NaOH dan NA2CO3 cara winkler penggunaan larutan BaCl2 ama indikator pp apa?
    makasi;)

  24. hoho maaf mawari baru balezzz.. baru on lagi…
    mengenai pertanyaan yang anda tanyakan…
    isolasi tersebut tergantung dari jenis baterei, jika baterai yang dimaksud adalah baterai kering, isolasi dilakukan dengan cara menambil kutub negatif dari beterai, (karena kutub negatif dari baterai adalah logam Zn) cara isolasinya yang pertama dilakukan pelarutan dengan HNO3 pekat (karena HNO3 bersifat oksidator yang sangat kuat) sehingga Zn akan teroksidasi menjadi Zn(2+)kemudian dilakukan penetralan dengan Na(OH) hingga pH netral, Jangan telalu basa, karena jika terlalu basa logam Zn(2+) akan membentuk kompleks yang larut dengan adanya kation alkali (Na+) . Setelah netral, tambahkan larutan natrium karbonat jenuh berlebih, sehingga logam ZnCO3. Setelah terbentuk ZnCO3, kemudian disaring, dan diambil endapannya. Setelah itu endapan dikeringkan, diarangkan dan diabukan dengan menggunakan furnace (T= 600 C ).
    Sehingga terbentuk residu setelah di furnace

    ZnCO3 + pemanasan οƒ  ZnO + CO2
    Note: Kemurnian ZnO tergantung dari bahan campuran pada kutub negatif (anoda) baterai..

    jika ingin benar- benar mendapatkan logam Zn yang murni , perlu dilakukan treatment terhadap campuran logam awal, biasanya proses elektrolisis terlebih dahulu, dengan kuat arus dan tegangan yang disesuaikan dengan potensial reduksi dari logam yang akan diambil.. dan langkah berikutnya sama, yaiutu membuat zn (II) dalam bentuk garam karbonatnya…
    nah seperti itu mawari.. semoga bisa membantu..πŸ™‚

  25. kalo isolasi atau pemisahan senyama ZnO dari limbah baterai dibagaimanakan ya kak ??!!

  26. oke.. sama2..πŸ™‚
    tanyakan kembali jika ada pertanyaan..πŸ™‚

  27. Oke dokter farad,, sudah bagus sekali jawabannya.
    Saya sedikit menambahkan saja ya..
    jadi begini, penentuan sulfat metode spektrofotometri adalah didasarakan pada banyaknya endapan barium sulfat yang terbentuk, yang ekuifalen dengan banyaknya sulfat dalam sampel. Dipilih senyawa barium karena barium dapat mengendap dengan kondisi yang stabil dalam suasana asam, berbentuk kristal putih halus yang memilki massa jenis yang lebih besar dari pada air. ( dalam larutan mengendap di bagian bawah), Namun endapan barium sulfat tidak suport jika diamati langsung dengan spektrofotometer, karena endapan barium sulfat cendrung lebih tenggelam dalam larutan sedangkan pada spektrofotometer yang terukur adalah larutan yang dilalui sinar saja, (bagian tengah kuvet. Sehingga hal ini dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. reaksi pengendapan sama yang diterangkan oleh Dr.Farad
    namun bukan asam sulfat disitu,, tapi anion sulfat, reaksinya:

    SO4 (2-) + BaCl2 —-> BaSO4 (s) + 2Cl-
    sehingga dibuatlah kondisi dimana endapan barium sulfat tersbut menjadi suport untuk dianalisis dengan menggunakan spektro. Nah digunakan sorbitol (menaikan densitas larutan) , gliserol- ethanol (penyetabil endapan, dan pelarutan senyawa tak larut), dan salt acid , untuk mengubah sistem seperti yang diterangkan dokter farad tadi fungsi-fungsinya. Oia 1 lagi pada saat menambahkan BaCl2 pastikan suasana larutan harus bersifat asam, karena pada kondisi netral dan basa barium pun (terhidrolisis oleh air/ bereaksi dengan basa) membentuk endapan putih Ba(OH)2, sehingga dapat membuat angka serapan (absorban) menjadi salah (Ba(OH)2 menjadi terukur oleh spektro).

    yah seperti itu ya mawari.. semoga bisa membantu..πŸ™‚

    Dr. Angstrom

  28. oke.. mawari..
    fungsi penambahan salt acid adalah untuk membuat suasana larutan menjadi asam, karena endapan yang terbentuk (BaSO4) sangat stabil dalam suasana asam, gliserol ethanol serta sorbitol untuk menaikan massa jenis larutan, sehingga endapan yang terbentuk melayang dan tersebar merata dalam larutan., sedangkan BaCl2 digunakan untuk mengendapkan sulfat dlam sampel, reaksinya :
    BaCl2 +H2SO4 —-> BaSO4 + 2 HCl..

  29. Dr.Farad,, saya mau nanya.. Fungsi penambahan larutan salt acid, gliserol-etanol 1:2, sorbitol dan kristal BaCl2 pada uji SO4 dengan metode spektrofotometri untuk apa ? Makasih Dr.Farad…

  30. ayo ada yang bertanya lagi rekan2?? dari HIMKA juga yang mau bertanya silakan…πŸ™‚
    saya dan kakak saya Dr. Angstrom siap membantu.. hhe

  31. Untuk Rudi: Walaykumsalam,, koq bapak -,-‘
    mungkin maksud anda anion karbonat( CO3-2),, senyawa anion karbonat akan mengendap bersamaan dengan semua kation logam, kecuali kation logam alkali (gol.1A), sehingga garam karbonat yang anda punya untuk di identifikasi tidak bisa diprediksi melalui kelarutannya, karena jika sampel yang anda punya adalah misal, Na2CO3 (garam alkali) maka dia akan larut dalam air, jika sampel yang anda punya adalah CaCO3 garam (alkali tanah) maka akan mengendap.

    secara fisik, semua garam-garam karbonat adalah berwarna putih dan berbentuk serbuk (hablur) dan jarang sekali yang berbentuk kristal, identifikasi karbonat yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan dilakukan adalah dengan penambahan asam (reaksi karbonat dengan semua jenis asam akan menghasilkan gas CO2.) gas CO2 yang dihasilkan biasanya akan timbul seperti gelembung ketika ditambahkan asam (apakah itu asam pekat atau pun asam encer)..
    reaksi yang terjadi
    misal sampelnya Na2CO3, dan asam yang anda miliki untuk identifikasi adalah HCl..
    Na2CO3 + 2HCl —> 2NaCl dan H2CO3
    H2CO3—> H2O + CO2
    nah H2CO3 yang terbentuk akan terurai menjadi H2O dan gas CO2 seperti reaksi diatas.

    untuk mengetahui bahwa gas tersebut adalah gas CO2 gas tersebut dapat di identifikasi dengan cara anda menyiapkan batang pengaduk,yang ditetesi larutan Ba(OH)2, (tetesan dibiarkan agak menggantung jangan sampai jatuh) , kemudian gas yang terbentuk didekatkan dengan batang pengaduk tersebut. apabila larutan Ba(OH)2 yang menggantung tersebut keruh, maka hal ini membuktikan bahwa gas yang dihasilkan adalah gas CO2 berikut reaksinya,

    Ba(OH)2 + CO2 —> BaCO3 (endapan putih keruh) + H2O

    nah itu mungkin seperti itu semoga bisa membantu ya rudiπŸ˜€

    Untuk Trifany: Koagulan adalah suatu bahan / zat kimia yang digunakan untuk menyatukan padatan yang tidak terlarut dalam air yang memiliki muatan agar molekul endapannya lebih besar dan lebih mudah untuk dipisahkan dengan pemisahan secara fisika (misal penyaringan atau sentrifuge). nah padatan tersuspensi yang bermuatan tersebut sering disebut koloid. senyawa koagulan yang sering digunakan adalah tawas alumunium, dan proses penyatuan koloid ini dinamakan proses koagulasi.
    Koagulasi pada prinsipnya adalah penarikan molekul padatan tersebut yang memiliki muatan yang berlawanan,dengan koagulan, yang ditambahkan,,
    asumsi sederhana adalah dimisalkan padatan yang tidak larut dalam air adalah sebagai bola pingpong yang banyak, dan koagulan adalah sebagai bola basket yang ukurannya lebih besar, karena adanya perbedaan muatan antara pingpong dan basket, maka terjadi ikatan ionik antara keduanya, pingpong-pingpong yang terdekat akan tertarik oleh bola basket , dan pada akhirnya seluruh permukaan bola basket akan dipenuhi oleh pingpong, kemudian hal yang sama terjadi pada bola basket yang lainnya, bola basket yang satu dan yang lainnya tertutup seluruh permukaannya oleh pingpong, kemudian bola basket yang satu akan mengikat pingpong yang terikat pada bola basket yang lainnya apabila terjadi tumbukan, dan akan terikat secara tidak langsung antara bola basket yang satu dan yang lainnya. sehingga membentuk suatu ukuran partikel yang sangat-sangat besar, dan lebih mudah untuk dipisahkan, oleh karena itu setelah penambahan koagulan perlu dilakukan pengadukan agar tumbukan benar-benar terjadi antar molekul sehingga proses koagulasi akan berjalan lebih optimal.
    aplikasinya biasanya koagulan dilakukan pada air yang banyak mengandung Fe dan logam Mn yang mengendap sehingga air jadi keruh..

    Nah seperti itu trifani semoga anda mengerti dengan analogi bola pingpong dan bola basket tersebut, semoga bisa membantu..πŸ™‚

    Dr. Angstrom

  32. izin bertanya kak, koagulan tuh apa sih kak?? di sumber lain katanya untuk memperbesar ukuran partikel padatan.terlarut, reaksi yang terjadi seperti apa kak mohon pengarahannya??πŸ™‚

  33. Aslm, pak… ingin bertanya identifikasi karbonat dalam sampel pake apa dan seperti apa reaksinya ya?

    Cimahi- Bandung

  34. setuju ndah..πŸ˜€

  35. Okay,, thanks yahh kaka..πŸ™‚

  36. iya, total solid itu merupakan jumlah dari TSS dan TDSπŸ™‚

  37. Oke kaka’ saya mengerti, oh jadi yang membedakan ukurannya yah kak. kalau total solid bisa ga cara ngitungnya TDS ditambah TSS ? atau pake cara khusus,, soalnya yang ada carakerjanya TSS dan TDS aja..

  38. TS itu Total Solid, maksudnya jumlah total padatan yang terkandung dalam larutan atau air. Kalo TSS itu Total suspended solid atau padatan tersuspensi total adalah residu dari padatan total yang tertahan oleh saringan dengan ukuran partikel maksimal 2ΞΌm atau lebih besar dari ukuran partikel koloid. Yang termasuk TSS adalah lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri dan jamur. Biasanya pengukuran TSS ini bisa dengan metode gravimetri. Kalo TDS (Total Dissolve Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat organic maupun anorganic, mis : garam, dll) yang terdapat pada sebuah larutan.

    Itu secara umumnya sih, semoga bisa membantuπŸ™‚

  39. Pengen nanya dong bedanya TS, TDS, sama TSS.. ?? masih kurang jelas nih..

  40. enak klo berhasil kalo lgi gagalnya bikin pusingggg….

  41. Enak bereksperimen malah fit jd lebih tahu…
    oke.. sippπŸ™‚

    Dr. Angstrom

  42. oke, mksh jar… ntar hasilnya qta buktiin yah…πŸ™‚

  43. HPLC memisahkan 2 partikel menurut perbedaan tingkat kepolaran dengan fasa diam kolom dan fasa gerak pelarut. nah, jikalau ingin menentukan atau membandingkan tingkat kepolaran dari suatu zat maka kita perlu mengetahui konstanta dielektrik dari senyawa itu, sayangnya konstanta dielektrik sangat sulit dilakukan dengan teori dan perhitungan, akan lebih mudah jika melakukan eksperiment sendiri. sehingga saya pun belum bisa menganalisis secara pasti mengenai waktu retensi tersebut..

    namun,, kita juga bisa melakukan pendekatan dengan melihat struktur, dari kedua senyawa organik tersebut. ketika 2 zat aktif dari 1-octanesulfonic acid sodium salt dan 1-pentanesulfonic acid sodium salt dibandingkan struktur nya (dilihat dari rantai alifatik yang dimiliki senyawa tersebut) maka octan memilki rantai lebih panjang dibandingkan dengan pentan sehingga tingkat kepolaran dapat dilihat dari jumlah atom C linear yang dimiliki kedua senyawa tersebut. semakin panjang rantai C maka kepolaran suatu senyawa akan semakin berkurang, artinya semakin non polar. asumsi pertama bahwa pentan lebih polar dibandingkan dengan oktan, sehingga dengan fasa gerak air yang polar dan kolom yang relatif non polar, maka senyawa polar akan keluar lebih dahulu melalui kolom sehingga waktu retensi nya lebih cepat yang pentan dibandingkan yang oktan.

    pendekatan yang lain dapat diakukan dengan bereksperiment yang dilakukan dengan menggunakan HPLC itu sendiri, yaitu dengan menggunakan metoda ISTD, (internal standar)
    caranya adalah mengukur waktu retensi dengan menggunakan zat aktif murni (jika ada) yang dibandingkan dengan peak standar dalam yang memiliki kesamaan sifat dengan sampel (misal zat yang mengandung gugus sulfonat namun RT sudah diketahui dengan pasti),, catat peak yang terbentuk.
    kemudian pada run 2 dimasukkan berturut-turut std 1, std 2 (digabung) dan pada run3, sampel dan dilihat peaknya… bandingkan,, peak yang terbentuk dan luas area yang terbentuk.. Derivatisasi juga sangat diperlukan dalam hal ini,,

    nah itu lah macam- macam pendekatan yang bisa dilakukan untuk menemukan jawaban yang pasti saya rasa diperlukan data-data yang lebih aktual,.
    apabila anda ingin menyanggah, kurang jelas atau bertanya kembali silakan..πŸ˜€

    Dr. Angstrom

    • Mau Nyimpulin yang Dr. Angstrom sebutkan,, jadi tingkat kepolaran dari suatu senyawa yang diuji hanya dapat diketahui dari literatur, ataupun melalui penelitian experiment,, mungkin kak angstrom mengantuk paragraf awal itu bukan 2, tapi mungkin beberapa, zat aktif yang terkandung dalam suatu sampel..

      nah tambahan juga,, jenis kolom dan spesifikasinya berpengaruh pada hasil peak yang terbentuk,, fasa gerak juga,, harus diperhatikan.. apalagi pake2 asam hati2 kolomnya bisa rusak..hhe..
      iya kan Ka Angstrom ? hehe

      Dr Farad

  44. mohon masukannya klo aq punya zat 1-octanesulfonic acid sodium salt sma 1-pentanesulfonic acid sodium salt kalo aq larutin dalam air untuk dijadikan fasa gerak dalam suasana asam (HPLC), dengan fasa diam non polar (C18), klo sampel yg akan dipisahkan bersifat polar (pelarut air) kira-kira waktu retensi mana yg lebih cepat? pke 1-octan apa 1-pentan?

  45. Makasih banget ya kak.. udah jelas ko…

  46. Om boleh nanya yg lain ga?
    bedanya konduktivitas sama konduktansi apa ya?

    • Oh, boleh-boleh..πŸ˜€
      konduktansi merupakan kemampuan benda untuk menghantarkan listrik.. rumusnya sebenarnya berkaitan dengan hukum ohm.. dimana E= I xR, karena konduktansi itu kebalikan (berbanding terbalik) dari hambatan maka dapat dicari, konduktansi = 1/R. yang tadinya hambatan satuannya ohm, karena konduktansi kebalikan dari hambatan makanya satuannya kebalikannya juga jadi mho atau sering kita sebut siemens.. Konduktansi dan konduktifitas jelas berbeda, layaknya hambatan dan hambatan jenis..
      konduktifitas adalah konduktansi yang lebih spesifik dengan memperhitungkan luas kedua elektroda dan jarak antara 2 elektroda. Atau bahasa sederhananya konduktivitas adalah besarnya konduktansi dari suatu medium pada jarak dan luas tertentu..(ada faktor koreksi terhadap luas)

      nah pada praktikumnya, alat yang konduktometer, sebnernya hanya dapat mengukur konduktansi dari larutan,, namun mengapa bisa digunakan untuk mengukur konduktansi??..

      rahasianya adalah karena jarak kedua elektroda, dan luas penampang elektroda dibuat sama atau sebanding (biasanya dibuat ukurannya sama) sehingga pada rumusnya saling membagi, sehingga konduktansi = konduktifitas..

      faktor yang mempengaruhi konduktifitas >> ion terlarut..
      hal ini dibuktikan ketika tmen2 menggukur air murni dengan konduktometer.. pasti akan harga konduktivitasnya 0…

      yah begitu randi…jika belum jelas silakan tanyakan lagi..πŸ™‚

  47. Terimakasih fitri.. yah tepat sekali..πŸ˜€
    jadi itu ya trifany jawabannya..
    jadi seluruh analisis air itu pada umumnya dibagi tiga seperti yang tadi kak fitri sebutkan.. yaitu fisika, kimia dan biologi..

    tapi pada kenyataannya di laboratorium,, metode2 tersebut ada yang menggunakan instrument ataupun menggunakan alat konvensional.. hehe .. yah seperti itu..

    Dr. Farad

    (adiknya Dr. Angstrom )

  48. parameternya kl gk slah ada parameter fisika sma kimia..
    kl fisika meliputi: pH, DHL, analisis kekeruhan (turbidymetri), bau, rasa, warna, analisis padatan (TS,TDS, TSS), kl yg kimiany: asiditas-alkalinitas, zat organik, klorida, mangan, besi, nitrogen (NH4, NO2, dan NO3), Dissolve oksigen (DO), BOD (Bacterial oksigen Demand), COD (chemical oksigen Demand), kesadahan (kesadahan total, kesadahan Ca, kesadahan Mg), sulfat

  49. Mau bertanya donk kak,,πŸ™‚
    saya sedang mempelajari kimia air,, analisis apa saja yang dipakai, buat nentuin kualitas air kak?? mohon di bales ya kak..πŸ™‚

    • gimana udah jelas belum nih?

      • Iya sudah jelas… makasih ya Dr.Farad…πŸ˜€
        Tapi izin bertanya Lagi ya…
        BOD dan COD itu apa ya?? di refernsi susah nyari perbedaannya.. sma2 menentukan senyawa organik,,😦

    • BOD dan COD sama2 menentukan senyawa organik dalam sampel hanya saja prinsipnya yang beda..

      BOD cendrung mendeteksi keberadaan oksigen dalam air,, dengan metode titrasi winkler..
      oksigen bereaksi natrium azida.. membentuk I2,, I2 yang terbentuk dititrasi oleh natrium tiosulfat.. dimana ekuifalen tiosulfat sebanding dengan kandungan oksigen dalam air..

      sedangkan COD cendrung mendeteksi keberadaan ion pereduksi dalam air, yang ekuifalen dengan jumlah senyawa organik pada sempel.. biasanya COD dilakukan dengan metode dikromatometeri (berdasarkan reduksi terhadap K2Cr2O7)

      yah itu kira2 gambaran sederhananya..
      apabila butuh yang lebih detil silakan bertanya lagi..πŸ™‚

  50. Selamat siang kak, pengen nanya nih,, saya bingung apakah pati itu sama terigu itu sama?? terus dalam pati ada yang dimaksud amilosa sama amilopektin,, bisa diterangkan gak apa bedanya kak?? soal nya di sumber yang lain agak rumit penjelasannya. belum begitu paham..

    Makasih ^_^’

    ..Indah,..

    • Tepung itu merupakan suatu bahan yang berasal dari alam yang berbentuk hablur (serbuk),, Sedangkan pati adalah suatu senyawa yang berasal dari tumbuhan yang tersusun atas monomer-monomer glukosa .. Jadi sudah beda kan antara tepung dan pati, tepung sendiri konteksnya jendrung ke arah fisik (bentuk) sedankan pati atau amilum, itu sudah masuk kedalam konteks kimia.
      Nah lanjut ke pertanyaan berikutnya, didalam pati (amylum) terdapat struktur glukosa-glukosa yang saling berikatan, nah ikatan- ikatan ini terjadi karena adanya proses dehidrasi air (penghilangan molekul H2O), ikatan ini disebut sebagai ikatan glikosidik, ikatan glikosidik umumnya terjadi antara atom C no. 1 dengan atom C no.4 atau atom C no.1 dengan atom C no.6 dan biasanya pada amylum membentuk ikatan alpha, sehingga biasanya disebut ikatan alpha 1,4 glikosidik, atau alpha 1,6 glikosidik.. (untuk lebih lengkapnya bisa lihat struktur haworth nya).. nah dalam pati itu terdiri dari rantai glukosa yang linear (lurus) yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik alfa 1,4 itulah yang dinamakan amilosa.. amilosa larut baik dalam air dingin.. kemudian pada pati juga ada percabangannya antara satu rantai dengan rantai lainnya, glukosa yang berada di rantai percabangan itu, biasanya dihubungkan dengan ikatan glikosidik alfa 1,6. nah percabangan ini lah yang disebut amilopektin. amilo pektin ini tidak akan larut dalam air dingin,, karena ikatan nya sangat kuat, hal ini lah yang menyebabkan mengapa amylum tidak larut dalam air…

      yah.. begitulah kira-kira… bahasa yang sederhananya…πŸ˜€
      Pelajari lagi struktur glukosa supaya lebih paham..πŸ˜€

      Dr. Angstrom

  51. mungkin yang anda maksud penguraian boraks (Na2B4O7) menjadi NaOH,, karena yang kami tahu boraks merupakan hasil reaksi asam borat dan NaOH,, berikut reaksi penguraiannya.

    Na2B4O7 + 7H2O > 2NaOH + 4H3BO3

    boraks juga sering digunakan sebagai penyangga pH,, karena boraks merupakan garam dari hasil reaksi antara asam lemah H3BO3 dan basa kuat NaOH..

    mengenai pertanyaan yang anda ajukan mungkin bisa di klarifikasi kembali..πŸ˜€

    Dr. Angstrom

  52. Kak saya mau nanya, apa hasil reaksi dari
    Na2B4O7 + NaOH —> ?????

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: