Soal mikrobiologi analitik

SOAL-SOAL dan PEMBAHASAN MIKROBIOLOGI ANALITIK

 

Quiz 1

Soal:

  1. Untuk menganalisis secara mikrobiologi suatu bahan, faktor dan tahapan apa saja yang menentukan? Terangkan dan jelaskan dengan rinci!
  2. Untuk melengkapi analisis tersebut diatas, faktor –faktor apa saja yang harus dilakukan?
  3. Sebutkan pengelompokan bakteri berdasarkan Bergey’s manual of Sistematic of Bacteriology!
  4. Berdasarkan pengelompokan diatas berikan keterangan pengelompokan E.coli dan sertakan uji-uji apa yang dilakukan sampai mendapatkan E.coli!

Jawaban:

  1. Faktor-faktor yang harus diperhatikan yang pertama adalah asal-usul bahan dan jenis bahan. Penting sekali dalam menganalisis suatu bahan secara mikrobiologi mengetahui asal dari bahan tsb. Jika suatu cuplikan siketahui asalnya dapat disimpulkan secara umum jenis m.o yang ada dibahan tsb dan dapat mempermudah dalam analisis, sedangkan utk jenis bahan/cuplikan maka dengan mengetahui jenis dan kriteria dari bahan tersebut dapat diketahui metode analisis yang sesuai agar diperoleh hasil analisis yg akurat.
    Untuk melengkapi analisis tersebut :

    • Deteksi : penentuan kehadiran kelompok/jenis mikroorganisme yang ada dalam suatu bahan tanpa memperhitungkan jumlahnya per gram atau per ml bahan
    • Total count : menghitung jumlah mikroba tanpa menentukan jenisnya/familinya
    • Identifikasi : menentukan nama mikroba dalam suatu bahan baik secara lengkap ataupun tidak
    • Enumerasi : menghitung jumlah jenis/kelompok mikroba per gr atau per ml bahan
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis :
    • Jenis dan sifat bahan : kita harus mengetahui jenis dan sifat bahan tersebut, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bahan. Dengan membuat jenis dan sifat bahan maka keberhasilan analisis akan besar.
    • Tujuan dari penggunaan : Kita harus mengetahui apa tujuan/dipakai untuk apa bahan tersebut. Dengan mengetahui tujuan dari penggunaan bahan maka dapat ditentukan analisis yang dilakukan sampai tahap apa.
  3. Pengelompokan bakteri beradasarkan bergey’s:

pengelompokan bakteri bergey's

  • Berdasarkan bergey’s, bakteri dibagi menjadi 4 bagian besar menurut bentuknya yaitu berbentuk bola (coccus), berbentuk batang (bacill), berbentuk spiral dan kelompok khusus didalam tiap kelompok bakteri dibagi menjadi dua sub-kelompok berdasarkan proses pewarnaan gram yaitu gram (+) dan (-). Sub bab tersebut dibagi lagi menjadi 2 berdasarkan sifatnya pada oksigen yaitu aerob dan anaerob. Bakteri kelompok khusus yaitu kelompok bakteri yg bentuknya tdk masuk dalam ketiga golongan tsb.

 

Quiz 2

Soal:

  1. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan yang harus dilakukan pada saat akan menganalisis bahan secara mikrobiologi!Serta sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis!
  2. Jelaskan latar belakang dari pewarnaan mikroba!
  3. Apa yang dimaksud:
    1. Shortwave length
    2. Oligodinamik
    3. UHT
    4. HTST

Jawaban:

  1. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan pada saat akan menganalisis bahan secara mikrobiologi :
    1. Deteksi : penentuan kehadiran kelompok/jenis mikroorganisme yang ada dalam suatu bahan tanpa memperhitungkan jumlahnya per gram atau per ml bahan
    2. Total count : menghitung jumlah mikroba tanpa menentukan jenisnya/familinya
    3. Identifikasi : menentukan nama mikroba dalam suatu bahan baik secara lengkap ataupun tidak
    4. Enumerasi : menghitung jumlah jenis/kelompok mikroba per gr atau per ml bahan

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis :

  1. Jenis dan sifat bahan : kita harus mengetahui jenis dan sifat bahan tersebut, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bahan. Dengan membuat jenis dan sifat bahan maka keberhasilan analisis akan besar.
  2. Tujuan dari penggunaan : Kita harus mengetahui apa tujuan/dipakai untuk apa bahan tersebut. Dengan mengetahui tujuan dari penggunaan bahan maka dapat ditentukan analisis yang dilakukan sampai tahap apa.
  3. Latar belakang : Umumnya bakteri memiliki sifat tembus pandang/tembus cahaya karena tidak memiliki pigmen atau warna, sehingga untuk melihat bentuk dan sifat bakteri lebih sulit karena tidak terlihat, maka untuk mempermudah melihat bakteri dilakukan pewarnaan.

Tujuan pewarnaan :

– Untuk melihat bentuk jasad : Setelah bakteri diwarnai kita dapat melihat bentuk dan jasad dari bakteri

–  Untuk memperjelas ukuran : Umumnya bakteri berukuran kecil, setelah bakteri diwarnai barulah kita mengetahui ukuran bakteri tersebut

–  Untuk melihat struktur luar dan dalam sel : Setelah bakteri diwarnai kita dapat melihat struktur luar sel bakteri dan jika memungkinkan kita dapat melihat struktur dalamnya

–  Untuk mengetahui reaksi terhadap pewarna : bakteri yang diberi zat warna, biasanya zat warna tersebut akan bereaksi dengan isi sel, dengan adanya reaksi tersebut kita dapat mengetahui sifat dan karakteristik dari bakteri tersebut.

  1.  A. –    Longwave length : sterilisasi dengan sinar radiasi yang menggunakan panjang

gelombang antara 300nm-400nm. Sterilisasi dengan sinar panjang dapat

mematikan mikroba hanya saja energi radiasi yang dihasilkan lebih kecil dari pada

energi yang dihasilkan shortwave length.

–          Shortwave length : sterilisasi dengan sinar yang menggunakan panjang gelombang pendek antara 200nm-300nm dan optimumnya adalah 254nm. Sterilisasi dengan sinar panjang gelombang pendek ini akan menghasilkan energi radiasi yang besar sehingga dapat membunuh/mematikan mikroba.

B.   Oligodinamik : Suatu keadaan dimana pertumbuhan mikroorganisme terhambat sebagai akibat dari adanya logam berat pada bahan tersebut. Misalnya logam berat diletakan dicawan petri kemudian dituangkan media kedalamnya dan digesekan mikroba pada media tsb. Maka nantinya mikroba tdk akan ada yang tumbuh disekitar logam tsb dan mikroba hanya tumbuh dipinggir-pinggir saja.

Logam tsb akan bereaksi dengan bakteri, reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks dimana ion positif dari logam akan bereaksi dengan ion negatif dari bakteri (ion negatif berasal dari struktur protein bakteri yaitu asam amino dimana gugus karboksilatnya adalah bermuatan negatif), reaksi ini menyebabkan struktur protein dari bakteri rusak sehingga terjadinya gangguan metabolisme dan akibatnya pertumbuhannya terhambat.

C.    UHT : Ultra High Temperature yaitu sterilisasi dengan menggunakan suhu 135oC selama 1 detik  atau pada suhu 130oC-150oC selama 1-4 detik dimana mikroba akan mati tanpa merusak komposisi bahannya, biasanya digunakan untuk sterilisasi susu.

HTST   :  High Temperature Short Time yaitu sterilisasi dengan menggunakan suhu tinggi dengan waktu yang sebentar yaitu pada suhu 71,7oC selama 15 detik.

3     . UTS (Ujian Tengah Semester)

  1. Jelaskan prinsip-prinsip dasar dari MPN(Most Probable Number) dengan rinci! (ingat!bukan cara kerja)
  2. Terangkan dengan jelas dan singkat mengenai:
    1. Plasmolisis
    2. Larutan NaCl 0,9%
    3. Blansing
    4. HTST dan LTLT

4.    UTS (Ujian Tengah Semester)

  1. Sebutkan dengan jelas perbedaan antara media pengaya, selektif dan diferensial!
  2. Sebutkan tahapan-tahapan yang diperlukan untuk uji Salmonella dari suatu bahan, gunakan pedoman dari Bergey’s Manual!
  3. Sebutkan perbedaan dasar antara metode MPN dengan TPC pada bakteri!
  4. Sebutkan tahapan-tahapan yang diperlukan dalam metode analisis kuantitatif mikroba. Jelaskan dengan singkat!

5.   UTS (Ujian Tengah Semester)

  1. Sebutkan tahap-tahap analisis mikrobiologi pada air buangan dan pada makanan!
  2. Jelaskan apa yang dimaksud metode SPC!
  3. Jelaskan media apa saja yang digunakan untuk salmonella sp.!
  4. Jelaskan tahap metode kuantitatif mikrobiologi!

Jawaban :

  1. Tahap-tahap analisis mikrobiologi pada air buangan :
    1. Total count : bakteri,jamur,alga
    2. Deteksi dan enumerasi : bakteri patogen, bakteri pemecah selulosa, penyebab korosi, penghasil toksin
    3. TPC
    4. JPT : Bakteri coli umum dan coli fekal
    5. IPB : Indeks Pencemar biologis
    6. Bergey’s manual Determinative of Bacteriology

Pada tahapan analisis ini yang pertama dilakukan adalah total count terhadap bakteri,jamur,alga. Mikroorganisme ini dihitung, setelah itu dilakukan deteksi dan enumerasi terhadap bakteri-bakteri seperti pemecah selulosa, penyebab korosi, penghasil toksin, dll. Deteksi ini dilakukan penentuan kehadiran terhadap mikroorganisme. Setelah dideteksi kemudian dilakukan enumerasi yaitu menghitung jumlah mikroba organisme tersebut per ml nya. Untuk menghitungnya kemudian dilakukan TPC yaitu menghitung jumlah koloni yang dibiakan pada suatu media dicawan kemudian dilakukan JPT untuk menghitung lebih detailnya dgn uji dugaan, uji konfirmasi dan uji lengkap. Selain menghitung jumlah mikroorganisme juga bisa dilakukan dengan menentukan nilai IPB dari air buangan. Semua prosedur tsb tetap mengacu pada bergey’s manual determinative of Bacteriology.

Tahap-tahap analisis makanan:

  1. Total count : Bakteri, ragi, jamur
  2. Deteksi dan enumerasi : bakteri,ragi,jamur
  3. JPT : bakteri coli

-Bergey’s manual determinative of bacteriology

– ICMSF (International Comission Microbiological Spesification for food)

Langkah pertama dilakukan total count terhadap bakteri, ragi, jamur dalam makanan. Setelah itu untuk lebih spesifiknya dilakukan deteksi/penentuan kehadiran terhadap bakteri patogen, dll. Serta dilakukan enumerasi dengan melakukan JPT dengan tahap uji dugaan, uji konfirmasi  dan uji lengkap serta analisis tetap mengacu pada Bergey’s dan ICMSF.

  1. Metode SPC (Standard Plate Count) atau TPC adalah metode untuk menghitung jumlah mikroba dengan menanam  mikroba kedalam suatu media, dengan perlakuan inkubasi  pada waktu dan suhu tertentu, bakteri/mikroba akan tumbuh dan berkembang biak membentuk koloni yang dapat dilihat dan dihitung langsung tanpa menggunakan mikroskop. TPC/SPC dilakukan pada cawan petri dimana mikroba dapat dibiakan baik dengan cara digesek langsung maupun secara tuang menuang. Pada metode TPC cawan yang dihitung jumlah koloni harus diantara 30-300 per cawannya. Perhitungannya adalah:

Jumlah koloni/ml   =  jumlah koloni setiap cawan x  1/faktor pengenceran

TPC = digunakan untuk tes bakteri total, karena mikroba/bakteri yang tumbuh adalah bakteri total yang ada pada sampel.

  1. Jenis media untuk salmonella:
    1. Salmonella Shigella Agar (media selektif)
    2. Kaldu selenit (media pengaya)
    3. Tahapan analisis secara mikrobiologi
      1. Tahap homogenisasi sampel : pada penghomogenisasian sampel berfungsi untuk membebaskan sel mikroba yang masih diperkirakan terlindungi oleh partikel sampel. Penghomogenisasian dilakukan dengan menggunakan stainless steel blender, stomaker (untuk padatan) ataupun dengan cara dikocok untuk cairan
      2. Tahap pengenceran : Setelah sel m.o lepas pada proses homogenisasi sebelumnya, sel yang telah lepas tsb digiatkan. Sel yang diperkirakan pada saat bercampur dengan sampel dalam keadaan inaktif atau kehilangan vitalitasnya, sehingga tahap pengenceran ini berfungsi untuk menggiatkan sel tsb.
      3. Tahap pencampuran: setelah menggiatkan sel, sel menjadi aktif. Sel yang aktif kemudian dibiakan dengan menggunakan media cair atau padat, dimana media yang biasa digunakan adalah PCA atau PDA. Biasanya media ini ditambahkan zat lain seperti serum, vitamin, dll. Untuk menumbuhkan bakteri
      4. Tahap inkubasi dan pengamatan ; media yang telah dicampur dengan bakteri kemudian diinkubasi dengan memperhatikan suhu dan waktu yang sesuai dengan pertumbuhan bakteri. Selain itu harus diperhatikan juga keadaan aerobik dan anaerobiknya. Tahap inkubasi ini akan mendukung bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak sehingga hasil dari inkubasi ini dapar diamati. Hasil positif ditandai dengan ada/muncul/tumbuhnya mikroba dari hasil inkubasi. Seetelah dapat diamati kemudian dapat diinterpretasikan hasilnya. Untuk tahap inkubasi harus diperhatikan juga keadaan aerob dan anaerob sehingga perlu atau tidaknya shake pada inkubasi.

6.   Quiz II

  1. Terangkan dengan jelas apa yang dimaksud dengan mikroba indikator?Berikan contoh dan ujinya!
  2. Apa yang dimaksud dengan uji fosfat?sebutkan prosedur untuk melakukan uji tersebut!
  3. Beberapa bakteri dapat menghasilkan asam dan gas, tunjukan bahwa Lactobacillus sp. Dapat menghasilkan asam dan gas dengan menggunakan Bergey’s Manual!

Jawaban:

  1. Mikroba indikator adalah suatu jenis/golongan mikroba yang ada dalam suatu bahan dengan jumlah diatas ambang batas, biasanya jika suatu jenis mikroba berada dalam suatu bahan dengan bahan tersebut bisa dinyatakan tercemar. Contohnya : Escherichia coli. Contoh ujinya ada 3 tahap yaitu:
    1. Tahap pendugaan : masukan lactose broth dan 10 mL sampel kedalam tab.reaksi dan masukan juga dalam tab.durham dalam posisi terbalik, kedalam tab.reaksi lain masukan lactose broth dan 1 mL sampel kedalam tab.reaksi dan masukan juga dalam tab.durham dalam posisi terbalik, kedalam tab.reaksi lain masukan lactose broth dan 0,1 mL sampel kedalam tab.reaksi dan masukan juga dalam tab.durham dalam posisi terbalik. Kemudian inkubasi 2×24 jam dan amati tabung yg positif
    2. Tahap penetapan: masukan media EMB kedalam acawan steril, tunggu hingga memadat kemudian inokulasikan dari tiap tabung yg positif kedalam cawan, inkubasi 2×24 jam kemudian amati
    3. Tahap kelengkapan : masukan lactose broth kedalam tab. Reaksi dan tab. Durham, kemudian sterilisasi dan inokulasikan biakan dari cawan ke dalam tab.reaksi, dan inkubasikan 2×24 jam, amati tab. yang positif

Kemudian di tabung reaksi lain masukan media NA kemudian inokulasikan biakan dari cawan pada tahap 2 ke media NA, kemudian inkubasi 2×24 jam( 2 tab disuhu 30oC dan 2 tab pd suhu 44oC), amati dibawah mikroskop.

  1. Uji posfate yaitu uji yang bertujuan untuk mengecek apakah pasteurisasi yang dilakukan disusu tsb berhasil atau tidak. Prosedurnya untuk melakukan uji tsb yaitu :

Susu yg sudah dipasteurisasi ditambahkan+ campuran disodium

Fenol posfat dan zat folin

Didiamkan dalam suhu ruang

 

Uji akan positif bila susu tdk berwarna biru

  1. Lactobacillius sp.

Gram (+)              Gram (-)

Bacill

Spore forming

Lactobacillus sp (-)           Lactobacillus sp (+)

Acid fast

Lactobacillus sp (-)           Lactobacillus sp (+)

Uji katalase

Hasil (-)    Hasil (+)

Lactobacillus sp

Aktivitas fermentasi glukosa

Asam gas              asam

 

Lactobacillus fermentii

 

7.   Quiz II

  1. Staphylococcus aureus adalah mikroba patogen yang terdapat biasanya pada kulit yang luka atau air susu yang terkontaminasi. Gambarkan diagram alir identifikasi mikroba tsb berdasarkan bergey’s manual!juga sebutkan analisis yang dilakukan!serta Bagaimana cara menghitung koloninya?
  2. Sebutkan faktor-faktor penting dalam menganalisis mikrobiologi makanan!jelaskan jawaban anda!

Jawaban :

  1. Berdasarkan bergey’s

Gram stain                             

Gram positif    gram negatif

Cocci         Bacil

Around inclusters and tetrads

Uji katalase

Hasil positif     hasil negatif

Fermentase manitol

Hasil positif     hasil negatif

Staphylococcus aureus

Berdasarkan bergeys uji yang dilakukan adalah: pertama yang dilakukan terlebih dahulu Pewarnaan. Pewarnaan haruslah menghasilkan gram positif yang berbentuk bulat. Setelah dipastikan bakteri gram positif dan berbentuk bulat, maka dilakukan Uji Katalase. Uji katalase ini haruslah menghasilkan hasil yang positif. Setelah dilakukan Uji Fermentase manitol, dimana hasil positif  dari uji fermentase manitol ini adalah positif Staphylococcus aureus.

Berdasarkan uji cemaran : analisis yang dilakukan adalah hal yang pertama dilakukan metode TPC. Dimana dibuat pengenceran 10-1, 10-2, 10-3, 10-4 dimana tiap ml sampel ditanam pada media PCA. Koloni Staphylococcus aureus yang tumbuh menghasilkan mikroba yang berwarna keabu-abuan hingga kehitaman. Kemudian dilakukan pewarnaan gram dimana Staphylococcus aureus terlihat berbentuk bulat berwarna biru (karena gram positif ) yang bergerombol atau sendiri. Setelah itu dilakuka uji katalase dimana bakteri dipindahkan ke media dan ditambah koagulase plasma kelinci yang mengandung EDTA, Staphylococus aureus akan menghasilkan positif pada uji ini dimana akan terjadi gumpalan.

  1. Faktor penting dalam menganalisis mikrobiologi makanan:
    1. Kandungan yang ada didalamnya: seperti protein, lemak, karbohidrat
    2. Kemungkinan jenis mikroba yang tumbuh: misal ragi, jamur, bakteri bahkan bakteri penyebab keracunan yaitu Clostridium
    3. Parameter dan Acuan yang digunakan:misalnya parameter yang digunakan adalah SNI, range tumbuhnya koloni yang diperbolehkan, dll. Dan juga misalnya acuan yang digunakan adalah ICMSF atau bergey’s manual.

8.   UAS (Ujian Akhir Semester)

  1. Sebutkan dengan jelas perbedaan antara Esei Biologis dengan Uji Cemaran Mikroba.
  2. Gambarkan diagram alir untuk menguji adanya bakteri Salmonella typhosa didalam air susu!Berdasarkan informasi yang diperoleh air susu tersebut sudah dipasteurisasi

9.    UAS (Ujian Akhir Semester)

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan eksotoksin dan endotoksin!
  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan food-borne disease
  3. Apa yang dimaksud dengan uji hidrolisis hipurat, terangkan dengan jelas!
  4. Jelaskan bahwa pada makanan (misal protein) tidak terbebas dari pengaruh kehadiran mikroba. Uraikan jenis degradasi apa saja yang mungkin terjadi. Sebutkan uji apa yang dapat dilakukan!

Jawaban:

  1. Eksotoksin : Toksin bakteri yang akan keluar dari tubuh bakteri pada saat hidup, bersifat termolabil, toksiistasnya menurun/hilang apabila disimpan lama, tidak tahan pada suhu tinggi, larut dalam air

Endotoksin : toksin yang berada didalam sel bakteri, dan akan keluar apabila m.o tsb sudah mati, toksisitasnya 600x lebih kuat dari alkaloid, bersifat termostabil, tahan pada suhu tinggi, bahannya terbuat dari protein, tdk larut dalam air, merangsang antibodi, tdk ada masa/periode inkubasi.

  1. Food borne disease yaitu penyakit yang disebabkan dari makanan. Dalam makanan itu terkandung unsur-unsur kimia maupun biologis yang dapat mengakibatkan penyakit apabila dikonsumsi oleh manusia misalnya dalam makanan tersebut terkandung bakteri salmonella typhosa dalam jumlah tertentu yang mengakibatkan seorang yang mengkonsumsinya terjangkit penyakit tifus atau bisa juga karena suatu unsur kimia dalam makanan seperti timbal dalam konsentrasi tertentu dapat mempengaruhi kerja ginjal dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena pada saat pengolahan makanan tersebut tdk mengikuti GCP.
  2. Uji hidrolisis hipurat yaitu salah satu rangkaian uji untuk mengidentifikasi bakteri Campylobacter dimana hasil ujinya akan positif apabila terdapat bakteri tersebut. Media yang digunakan dalam uji ini yaitu media selektif heart agar. Dalam ujinya digunakan pereaksi hipurat. Hasil uji positif apabila terbentuk warna violet enzim hipurase dari bakteri akan mendegradasi protein menjadi glysine dan asam benzoat. Glisin dan ninhydrin akan merubah warna biru menjadi violet.
  3. Pada makanan tidak terbebas dari pengaruh kehadiran mikroorganisme karena pada makanan terkandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh m.o untuk hidup dan berkembang biak. Seperti, lemak, dan karbohidrat. Pada karbohidrat misalnya suatu m.o seperti E.coli dapat menguraikan senyawa gula yaitu lactose menjadi gas H2 dan CO2 juga asam-asam. Senyawa karbohidrat yg paling sederhana yaitu glukosa. Dalam degradasi karbohidrat, karbohidrat dapat terurai menjadi senyawa keton, aldehid atau alkohol bergantung pada susunan rantai karbohidratnya. Produk samping penguraian senyawa karbohidrat dapat berupa gas-gas seperti gas H2 dan CO2. Contoh m.o yg dpt merubah/mendegradasi karbohidrat yaitu E.coli, Lactobacillus sp., Vibrio sp., Aeromonas, Erwinia, Citrobacter. Contoh ujinya yaitu uji gula-gula yaitu uji fermentase lactose dan glucose fermentation.

10.   UAS (Ujian Akhir Semester)

  1. Sebutkan dan jelaskan diagram alir cara menguji Shigella sp. Menurut Bergey’s Manual dan sebutkan analisis/uji yang dilakukan!dan sebutkan urutan medianya!
  2. Apa yang dimaksud uji fosfatase?jelaskan!
  3. Sebutkan karakteristik dan persiapan sampel yang harus dipersiapkan sebelum dianaliisis!(Berikan hanya 5 contoh saja!)

Jawaban:

1.)      Uji yg dilakukan adalah uji oksidase, uji fermentase lactose, uji indole, uji urease, dekarboksilase.

Urutan media : media umum (pewarnaan gram, oksidase test), media pengaya(fermentase lactose, indole), media selektif (urease, dekarboksilase)

2.)       Uji fosfatase adalah uji yang dilakukan pada susu yang telah dipasteurisasi dimana uji ini digunakan untuk mengetahui apakah pasteurisasi yang dilakukan pada susu telah sempurna/berhasil atau tidak. Dilakukan uji fosfatase karena pada susu terdapat 4 enzim yaitu enzim lipase, enzim katalase,enzim peroksidase, dan enzim posfatase. Enzim lipase dan katalase merupakan enzim yang bisa rusak apabila pada suhu 30oC sedangkan enzim posfatase dan peroksidase bisa rusak pada suhu 65oC-75oC, dimana suhu ini adalah suhu pada saat pasteurisasi. Ketika pasteurisasi seharusnya semua enzim posfatase dan enzim peroksidase rusak sehingga seharusnya tidak adalagi enzim posfatase dalam susu. Apabila enzim posfatase ini masih ada dalam susu artinya pasteurisasi belum sempurna. Maka untuk mengeceknya dapat dilakukan uji posfatase, caranya susu yang telah dipasteurisasi ditambahkan disodium fenol posfat dan zat folin kemudian diinkubasikan selama 24-48 jam, apabila terbentuk warna biru artinya posfatase masih ada dalam susu sehingga proses pasteurisasi belum sempurna, tetapi jika tdk terbentuk warna biru artinya susu telah sempurna mengalami pasteurisasi dan tidak ada enzim posfatase didalamnya.

3)        a. Sampel harus representatif

b. Sampel yang beku/mudah rusak dianalisis paling lama 36 jam.

c. Sampel beku sebelum dianalisis dilelehkan terlebih dahulu sebelum diuji dengan menyimpannya pada lemari pada suhu 45oC selama 15 menit.

d. Sampel beku yang mudah leleh tdk perlu dilelehkan terlebih dahulu tetapi langsung dianalisis

e.  Apabila sampel telah diterima harus segera dianalisis

f.  Sampel yang telah digunakan untuk beberapa pengujian harus dicuplikan terlebih dahulu

g.  Sampel dalam twadah/kemasan plastik dapat disimpan pada suhu kamar

h.  Harus menjamin sampel tidak mengalami perubahan dan sebisa mungkin sampel tidak boleh terkontaminasi bahan atau mikroba lain

    1. lihat selengkapnya disini ya🙂
  1. Sangat membantu… terimakasih penulis…

  2. I’m really loving the theme/design of your web site.
    Do you ever run into any web browser compatibility issues?
    A small number of my blog readers have complained about my blog not
    working correctly in Explorer but looks great in Firefox.
    Do you have any tips to help fix this problem?

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: