Sejarah

Polban sebagai lanjutan dari Politeknik ITB terus tumbuh di wilayah Jawa Barat. Kampus yang merupakan salah satu Politeknik tertua di Indonesia ini memiliki berbagai macam jurusan, salah satunya adalah jurusan Teknik Kimia.

Program studi D3 Teknik Kimia menjadi program studi terlama yang telah bernaung di jurusan teknik kimia, disusul D4 Teknik Kimia Produksi Bersih yang dibentuk lebih dari 1 dekade setelah terbentuknya Prodi D3 Teknik Kimia. Jurusan “Teknik” ini sejatinya tidak menghasilkan lulusan berlatar belakang teknik saja, karena pada 2009 terbentuk program studi Kimia Analis yang kemudian berubah nama menjadi D3 Analis Kimia.

Tahun pertama prodi analis kimia ini di warnai dengan kebimbangan, 30 mahasiswa analis kimia angkatan pertama tersebut belum memiliki wadah organisasi untuk melengkapi pendidikan Ko-Kurikuler mereka. UKM dan Himpunan berbeda arah pengembangan sehingga mau tak mau mahasiswa analis kimia harus membentuk sendiri organisasi kemahasiswaan analis kimia sebagai rumah dan sarana pengembangan soft skill, keilmuan dan sosial.

Dengan pengarahan dari teman-teman Himatek (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) dan bimbingan dari Kema pada masa itu. Himka terlahir pada 9 September 2009. Angka unik yang sulit di lupakan.

Peristiwa Lahirnya Himka.

Cikal bakal Himka adalah kemauan dan keberanian angkatan pertama analis kimia. Angkatan polos polban ini awalnya acuh akan masalah keorganisasian, mengingat pola pikir mereka belum sepenuhnya menjadi mahasiswa polban. Lamban laun, kesadaran masing-masing mereka makin terpanggil untuk berhimpun dan berorganisasi. Kemauan itu yang kemudian membawa mereka kepada pembulatan tekad untuk membentuk himka dan mendeklarasikannya di kema yang saat itu ada 14 Himpunan/Ikatan.

Organisasi Kemahasiswaan tersusun atas 3 komponen utama. (1) Badan Kepengurusan, (2) Aturan berupa AD/ART, (3) Pengakuan dari Kema. Komponen utama yang harus di susun dalam organisasi kemahasiswaan atau organisasi manapun adalah Badan Kepengurusan.

Pucuk Organisasi adalah Ketua, sehingga sebelum himka di susun lebih lanjut, ketua menjadi faktor penting keberlanjutan pembentukan himka ini. Devid Riqian (Chopernicum 2009) sebagai salah satu dari 4 Pria kala itu terpilih menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Kimia Analis (Himka) yang pertama dengan sekjen Erlina Ratnasari (Erbium 2009). Pemilihan dilakukan dengan demokrasi oleh Mahasiswa analis kimia 2009.

Setelah Ketua Himpunan terpilih, struktur kepengurusan lainnya pun harus di lengkapi. Kaang sebagai Motor angkatan dipilih kembali dengan sistem demokrasi, sistem ini membuat Agung Apriansyah (Ferriferro 2009) terpilih sebagai Kaang (ketua angkatan) Himka 2009. Disusul oleh ketua MPH (Majelis Permusyawaratan Himpunan) yang di pegang oleh Indra Pranata Rizal Ramadan (Zirkonium 2009).

Himka berjalan atas aturan dan batasan yang di atur pada AD/ART yang di syahkan secara bersama. Pelengkapan syarat keorganisasian terus di persiapkan oleh angkatan 2009. Mulai dari Perancangan Lambang, Hymne, Mars, Yel-yel, dan warna Himpunan.

Kuning dipilih sebagai interpretasi pioneer akan anggota himka yang selalu menjunjung tinggi dinamisme, kekeluargaan dan keceriaan. Hingga kini warna Kuning ini menjadi identitas Himka.

Setelah semua perlengkapan keorganisasian Himka tercapai, langkah akhir dari pembentukan Himpunan adalah deklarasi di Kema. Kema kala itu mendukung akan pembentukan Himka sebagai sebuah wadah organisasi mahasiswa analis kimia. Kema sepakat untuk menghadiri acara deklarasi himka sebagai warna ke-15 di Kema.

Deklarasi sempat tertunda satu kali karena pembatalan kehadiran ketua ormawa di hari itu, sehingga deklarasi ditunda ke minggu berikutnya. Dengan menggunakan syal himka, sang pioneer membeberkan dan menjelaskan lebih lanjut visi misi dan kelengkapan himka di jadwal deklarasi ke2 itu. Banyak masukan yang kema berikan di hari deklarasi sebagai wujud  dukungan mereka untuk pematangan himka.

Setelah deklarasi kema, Himka resmi di terima di kema sebagai himpunan ke 15 dengan warna kuning.

Tujuan Himka

HIMKA merupakan himpunan yang bersifat kekeluargaan, dan terbuka. Himpunan ini tidak semata-mata sebagai tempat berkumpul saja, namun HIMKA menjalankan roda organisasinya berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Disamping tri dharma perguruan tinggi HIMKA memiliki tujuan :

  1. Mendukung terwujudnya pendidikan nasional
  2. Membentuk organisasi yang berbasis kekeluargaan
  3. Mempersatukan seluruh mahasiswa Analis Kimia
  4. Menumbuhkembangkan aspirasi dan kreativitas untuk pengabdian kepada masyarakat
  5. Menanamkan rasa tanggung jawab mahasiswa terhadap almamater, bangsa dan negara.  

Himka dulu Hingga Kini

Himka di fokuskan akan banyak hal seperti yang tercatat pada tujuan Himka. Hal fundamental yang di soroti dan di perhatikan dari Kema polban adalah karakter dan soft skill anggotanya. Salah satu pendukung pengembangan soft skill, kepemimpinan, dan pembinaan karakter adalah dengan kaderisasi.

Pengkaderan harus dilakukan terhadap anggota himka sebagai pembekalan menjadi seorang mahasiswa analis. Hingga kini pengkaderan terhadap aggota himka terus dilakukan selama kurang lebih 6 bulan sebagai proses pematangan karakter mahasiswa pasca PPKK yang dilaksanakan global dan menyeluruh. Bedanya, pengkaderan di himka di arahkan pada nilai yang di junjung tinggi dalam keprofesian analis kimia.

Tak hanya bidang kaderisasi, sosial masyarakat sangat di perhatikan sebagai wujud perhatian mahasiswa analis kimia dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat.

————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Berdiri sejak 9 september 2009, Himka adalah rumah sekaligus keluarga bagi segenap Analis Kimia Polban. Kuning yang melekat di raga kami adalah Identitas yang takkan pernah luntur. Melalui Warna primer inilah tujuan Himka disampaikan; untuk membentuk suatu organisasi yang bersifat kekeluargaan dan selalu ceria. Biru yang melingkar di lambang mengartikan harapan yang tinggi agar Analis Kimia Polban menjadi insan yang mapan secara emosional, organisasi dan akademik.

Himka, semenjak didirikan sebagai Himpunan/Ikatan ke 15 yang ada di Kema sampai saat ini terus mengalami perbaikan dan pergantian kepengurusan. Periode ini (2012/2013) dibawah kepemimpinan Aulia Tulananda; Himka menyusun strategi yang kemudian di terapkan pada kabinet “Efisien”.

Menjadi Himpunan terbungsu di Kema (sampai saat ini). Himka akan terus berusaha dalam mengembangkan mutu dan kualitas kader-kadernya.

Terlepas dari itu semua, Himka melalui kertas ini mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bema Kema Polban Kabinet Garuda Muda yang telah meluangkan waktu dan perhatiannya mampir ke Himpunan Mahasiswa Analis Kimia Polban. Kiranya acara ini dapat bermanfaat bagi keduanya.

  1. pasti pak, PAAK tentunya menjadi cikal bakal keberadaan d3 analis kimia kini pak rudi. terimakasih atas kunjunganya dan ditunggu di kampus ciwaruga lagi ya pak

  2. jangan lupa ada PAAK sebagai analys pertama di POLTEK-ITB

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: