Catatan Seorang Kaput


Senja itu harusnya indah, seindah warnanya yang lembayung kekuning-kuningan disudut

musholla sederhana Fakultas Teknik. Tapi, suasana hatiku seolah menutupinya menjadi

mendung, kelabu. Bagaimana tidak, aku baru menyesali perbuatanku, terburu-buru dalam

bersikap sangat tidak baik, apalagi dalam ucapan, meskipun itu lewat tulisan.

“Yaudah, jangan Aisy kalo gitu yang jadi kaput. Nurul aja.” Sent. Sms terkirim, tidak ada

balasan hingga lusa esoknya.

“Jangan pernah ngomong seperti itu lagi ya, Aisy. Apalagi didpn staf, bagaimanapun Aisy

adalah kaputnya. Semuanya bsa dijelaskan. Ba’da shalat dhuhur, ana terburu-buru untuk

menyampaikan amanah, karena akh Arif tidak ada, mungkin ukh Lisa ada, karena amanahnya

uang infak itu harus segera disalurkan oleh DKM. Ba’da ashar, pas kita rapat bertiga, ana kira

Aisy udah ga mau berpendapat lagi, bukankah sblmnya ana nanya, ada yang mau disampaikan,

Aisy?” itu balasan sms yang harusnya dijawab kemaren lusa. Sambil menyesali, ada saja alasan

bahwa tetap aja aku yang benar. Baca selengkapnya…

Thanks to Rasih

About HIMKA POLBAN

Walau Kami dilarang untuk berorganisasi di polban, tapi kami tetap ada, tumbuh dan berkembang untuk memajukan anggota kami dengan cara yang kami miliki. no one can stop us now.

Posted on 23 Mei 2013, in UMUM and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: