Perjuangan Pembelaan Damai POLBAN


POLBANews- Insiden pemukulan yang dilakukan oleh bapak Yudi salah satu staff Bagian Sarana dan Prasarana, Rabu (25/01/2012) berakhir dengan kesepakatan damai atas hasil mediasi, Jumat (27/01/2012). “sebelumnya, saya atas nama BEMA meminta maaf kepada pak yudi dan jajarannya jikalau pada pernyataan saya di media, terlalu menyudutkan dan menimbulkan spekulasi. saya klarifikasi bahwasanya kalimat tersebut terlontar karena respon berlebihan dari beliau terhadap rekan saya (Dede-red) sehingga menimbulkan kecurigaan”. “saya akui bahwa kecurigaan tersebut salah”. ungkap Kabem. “ini menjadi evaluasi bagi kita, tapi, misi besar kita harus tetap berjalan dan complete,jangan sampai waktu, tenaga, dan pikiran kita habis dan berhenti gara-gara kejadian ini”. pungkasnya.

 

berikut kami sampaikan kronologi mediasi.

 

Bandung, 27 Januari 2012

Tibalah hari ini, hari dimana mediasi antara BEMA, PD III, dan Bagian Sarana dan Prasarana.

 

Pak Bambang selaku mediator antara BEMA dengan pihak bagian sarana dan prasarana membuka persidangan sebagaimana biasanya. Tidak berlama-lama, beliau pun memberikan waktu kepada Dede, selaku korban untuk menjelaskan kronologis kejadian.

 

 

Dede pun menceritakan kronologi kejadian >>>

 

Sebelum Dede selesai menceritakan kronologis kejadian, Pak Yudi memotong pembicaraan tersebut dan mengatakan hal yang membuat dirinya keberatan, “pernah saya mengucapkan kata-kata yang tidak sepantasnya saya ucapkan?” ujarnya.

 

“iya pak, sebentar, waktu itu ada saksi” jawab Dede.

 

“akan mengungkap apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Mr.M”. “Kata-kata yang tertulis akan menimbulkan fitnah” ujar KaBag Sarana dan Prasarana sembari menunjukkan print out  berita POLBANews.

” sebenarnya apa yang disembunyikan oleh saya? Saya menyembunyikan apa?” tutur Pak Yudi menimpali sambil beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Pak Bambang, selaku mediator. Kejadian tersebut terjadi saat Dede masih belum selesai memberikan penjelasan.

 

“untuk masalah kalimat tersebut, kalau bapak tidak terima kami akan klarifikasi. tapi tetap tamparan itu yang menjadi masalah dan sudah melanggar KUHP” kabem menimpali sembari membacakan pasal-pasal yang menguatkan.

 

 

”bukan masalah klarifikasi, tapi Kamu mau mengungkap apa? disini saya seolah benar-benar menyembunyikan sesuatu. Oke saya kasih waktu satu minggu untuk mengungkap apa yang saya sembunyikan, kalau itu terbukti saya yang keluar dari POLBAN, tapi kalau itu tidak terbukti, kamu yang harus keluar dari kampus ini.”

 

 

Sontak saat itu suasana memanas >>

 

 

Pak Bambang selaku mediator menengahi.

Suasana mereda >>

Dede pun selesai menjelaskan kronologis kejadian tersebut meski ditengah-tengah penjelasan suasana sedikit menegangkan.

>>>

Akhirnya kesempatan diberikan kepada pihak Bagian Sarana dan Prasarana.

KaBag Sarana dan Prasarana membuka kesempatan yang diberikan dengan ucapan salam. Beliau mempersilahkan dua orang staff nya, selaku saksi yang pada saat itu, untuk memberikan kesaksiannya.

 

“menurut pandangan yang saya lihat waktu itu, kami melihat gaya bahasa Adek yang sedikit ngeyel makanya kami tidak ingin ikut campur pada saat itu dan membiarkan kalian (Pak Yudi dan Dede) untuk menyelesaikan masalahnya, karena saya lihat pada saat itu mungkin gaya bahasa Adek (Dede) yang seperti itu kurang sopan untuk ke orang tua.”  Ujar salah satu saksi yang ada pada saat itu. Yang pada akhirnya saksi tersebut merelai kejadian yang ada.

“ada tambahan sebentar Pak (Pak Bambang)” ujar salah satu staff bagian sarana dan prasarana

 

“Silahkan” ucap pak Bambang

 

“sebenarnya pak, kami dari pihak sarana dan prasarana terkadang merasa terburu-buru dengan apa yang mahasiswa minta, kadang Pak (Pak Bambang), mahasiswa itu kalau butuh sore, paginya surat baru masuk. Selain itu juga mahasiswa sepertinya melihat pekerjaan kami ini rendah, begitu pak. Tidak sedikit mahasiswa yang bersikap tidak sopan, contoh saja kata-kata yang sering keluar seperti; Pak saya besok butuh ini euy. Nah tolonglah kata-“euy” ini jangan dibiasakan, karena disini kami orangtua kalian”

 

 

KaBag Sarana dan Prasaran POLBAN: “saya tahu disini kalian sedang belajar, kalian adalah anak-anak kami, dan satu hal lagi, kami (Sarana dan Prasarana) tugas kami tidak ada yang berhubungan dengan uang, ibaratnya kami menerima input dan menyalurkannya kepada siapa yang berhak menerimanya, seperti kabel, begitulah.”

“kalau ada anggota saya yang melakukan kecurangan, silahkan laporkan kepada saya, saya disini sudah bekerja puluhan tahun” lanjutnya.

 

Pak Bambang: “silahkan sekarang saling memaafkanlah.”

 

Pak Yudi: “ok, saya meminta maaf dan sudahlah, sudah saya maafkan.”

 

Aris (staff advokasi dan HAM): “ya kami akui mungkin disini kami salah prosedur, kedepannya kami ingin mempelajari prosedur yang seharusnya, kami harap kejadian yang tidak pantas terjadi di institusi pendidikan ini tidak terulang lagi, dan kami disini meminta maaf”

Akhirnya terjadilah perdamaian itu yang ditandai dengan saling berjabat tangan antara BEMA KEMA POLBAN dengan pihak Sarana dan Prasarana POLBAN. Terlihat pada saat itu Dede bersalaman erat dengan Pak Yudi  dan salah satu tangan Pak Yudi mengelus kepala Dede.

 

Inilah yang seharusnya dicontohkan oleh civitas institusi pendidikan yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah dan mufakat sesuai dengan ideology bangsa kita, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Semoga dengan adanya kejadian ini, kami mahasiswa dapat lebih mengetahui prosedur yang seharusnya dilakukan. Dan pihak-pihak yang terkait dapat memberikan informasi dengan tangan terbuka tanpa emosi, sekalipun mahasiswa (selaku anaknya-red) melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa diperbaiki dengan memberikan nasihat, bukan tamparan.

 

Pak Bambang memberikan informasi bahwa sekarang di Politeknik Negeri Bandung telah ada:

SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal), yakni sarana yang menampung berbagai macam keluhaan mengenai akademik, yang diketuai oleh Bu Ema dari Teknik Kimia

SPI yakni sarana untuk mengatasi masalah yang bersifat non akademik yang diketuai oleh Dr. Ruhad

dari kedua bagian itu kita dapat mengakses informasi terkait dana dan data melalui prosedur yang benar.

*untuk kedua poin ini kami akan memberikan informasi yang lebih lengkap dalam waktu dekat.

 

“tetap terus kritisi kami (POLBAN), karena kami disini butuh orang yang mengawal kehidupan kampus agar tetap pada koridor yang seharusnya,” ujar PD III, Pak Bambang.

 

Terus semangat para aktivisi!

 

HIDUP MAHASISWA!

 

 

-ralat pada tulisan sebelumnya-

Mr. M yg di maksud bukanlah inisial sebenarnya.

Inventaris merupakan subbagian dari Sarana dan Prasarana

 

About HIMKA POLBAN

Walau Kami dilarang untuk berorganisasi di polban, tapi kami tetap ada, tumbuh dan berkembang untuk memajukan anggota kami dengan cara yang kami miliki. no one can stop us now.

Posted on 28 Januari 2012, in Info POLBAN, UMUM, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: