Laporan Penentuan Berat Molekul

Laporan Praktikum Kimia Dasar

Penentuan berat molekul

Pembimbing : Dra. Ari Marlina, M.Si

  1. Tujuan :
    1. Menentukan berat molekul suatu zat yang tidak mudah menguap dengan    metoda penurunan titik beku.
    2. Menentukan berat molekul suatu zat yang mudah menguap dengan metoda penentuan massa jenis gas.
    3. Prinsip Percobaan
  • Metode penentuan titik beku

Sejumlah tertentu zat yang akan di tentukan berat molekulnya, dibandingkan titik bekunya dengan zat yang telah diketahui berat molekulnya, dan dilihat perbandingan tekanan uapnya menurut hukum Raoult digabungkan hukum Clausius Clapeyron sehingga dapat diketaui berat molekulnya.

  • Metode penentuan massa jenis gas

Sejumlah tertentu zat cair yang akan di tentukan berat molekulnya, dipanaskan dan ditimbang agar tekanan uapnya sama dengan atmosfir dan dapat diketahui berat zat yang menguap, serta dapat diketahui volume gas tersebut, dimana volume gas yang menguap = volume wadah. Sehingga dapat ditentukan berat molekulnya dengan persamaan hukum gas ideal.

  1. C.    Dasar Teori

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).

Untuk penurunan titik beku persamaannya dapat dinyatakan sebagai: Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:

  1. Penurunan tekanan uap jenuh
  2. Kenaikan titik didih
  3. Penurunan titik beku
  4. Tekanan osmosis

Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.

Pada setiap suhu, zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang.

Gambaran penurunan tekanan uap

Menurut Roult : P =  P0.Xp

keterangan:
P          : tekanan uap jenuh larutan
P0           : tekanan uap jenuh pelarut murni
Xp         : fraksi mol pelarut

1.         Penurunan Titik Beku

Jika suatu zat yang tidak mudah menguap dilarutkan dalam pelarut, maka akan terjadi penurunan tekanan uap, yang akhirnya pada temperatur tertentu tekanan uap zat pelarut dalam larutan akan lebih rendah dari keadaan murninya. Besarnya tekanan uap tergantung dari banyaknya zat yang dilarutkan. Semakin besar penambahan zat terlarut maka makin besar pula penurunan tekanan uapnya. Perubahan tekanan mengakibatkan adanya gangguan kesetimbangan dinamis dari larutan tersebut.

Menurut hukum Roult:    P  = X1. Po
                                    X= P/P

Download File untuk mendapatkan perhitungan selanjutnya.

A.    Alat dan Bahan

1.   Alat

      • Kalorimeter kaca
      • 2 buah gelas ukur 50 ml
      • 2 buah pipet tetes
      • Neraca teknis dan analitis
      • Kaca arloji
      • Stopwatch
      • 2 labu erlenmeyer
      • Wadah es
      • 2 buah gelas kimia 600 ml
      • Hot plate
      • Panci
      • Batang pengaduk
      • 2 buah termometer
      • Desikator
      • Aluminium foil
      • Karet dan jarum
2. Bahan
  • Asam asetat glasial (BJ=1.05 gr/ml)
  • Naftalen 3 gr
  • Sample zat terlaru (Zat X) 3 gr
  • Garam dapur
  • Es batu
  • Aquadest
  • Alkohol (zat volatil)
B.     Cara Kerja

    • Penurunan Titik Beku
    • Pertama, kami menyiapkan kalorimeter dengan memasukkan es batu dan garam secukupnya ke dalam kalorimeter.
    • Mengambil 50 ml asam asetat glasial sebagai media pelarut standar dengan menggunakan gelas ukur dan memasukkannya ke dalam kalorimeter.
    • Mengaduk pelarut dalam kalorimeter sambil dicatat suhunya per 30 detik. Dilakukan sampai pelarut membeku.
    • Menimbang 3 gr Naftalen.
    • Setelah diketahui Tbo pelarut standar, kami membuat lagi pelarut standar yang sama dicampur dengan 3 gr Naftalen yang telah disiapkan.
    • Mengaduk larutan dalam kalorimeter sambil dicatat suhunya per 30 detik. Dilakukan sampai larutan membeku.
    • Menimbang 3 gr zat X.
    • Membuat lagi pelarut standar yang sama dicampur dengan 3 gr zat X yang telah disiapkan.
    • Mengaduk larutan dalam kalorimeter sambil dicatat suhunya per 30 detik. Dilakukan sampai larutan membeku.
    • Penentuan Massa Jenis Gas
      1. Pertama-tama kami menimbang labu erlenmeyer kosong, aluminium foil yang sudah dilubangi dengan jarum, dan karet sebagai penjepit tutup aluminium foil pada labu erlenmeyer.
      2. Mengukur 5 ml alkohol dan memasukkannya ke dalam labu erlenmeyer.
      3. Sambil melakukan kegiatan, kami mempersiapkan penangas pada hot plate.
      4. Memasukkan labu erlenmeyer yang ditutup aluminium foil ke dalam penangas.
      5. Setelah cairan menguap, kami mencatat suhu penangas tersebut.
      6. Setelah agak dingin, kami memasukkan labu erlenmeyer tersebut ke dalam desikator.
      7. Kemudian, sesudah dingin kami menimbangnya.
      8. Untuk menentukan volume labu erlenmeyer, kami mengisinya dengan air dan menimbangnya.
      9. Mengukur tekanan ruangan.

C. Data Pengamatan
 

Metoda Penurunan Titik Beku

Berat Naftalen         : 3 gram

Berat sampel          : 3 gram

Berat jenis pelarut   : 1,05 gram / ml

Berat pelarut           : 52,5 gram

Titik beku pelarut (To)  : 13 0C

Titik beku larutan standar (T)   : 11 0C

Titik beku larutan sampel (T)    : 9 0C

Tabel Titik Beku Zat

NO

Nama Zat

Titik Beku

1

Asam Asetat Glasial (Pelarut)

130C

2

Asam Asetat + Naphtalen

110C

3

Asam Asetat + Sampel

90C

Metoda Penentuan Massa Jenis Gas

Berat labu (+ tutup) kosong                                  : 124,322 gram

Berat labu cairan (dingin)                                     : 124,650 gram

Berat labu kosong                                                : 124,322 gram

Berat labu + air                                                    : 433,2 gram

Berat jenis air (    0C)                                            : 1 g/mL

Suhu penangas                                                     : 71 0C

Tekanan                                                                 : 997 mBar = 0,997 bar

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan, diperoleh kesimpulan:

  • Berat molekul zat dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan metode penurunan titik beku adalah  sebesar 64 gr/mol.
  • Berat molekul zat  dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan metode penentuan massa jenis gas adalah  sebesar 30 gr/mol.

Sehingga kami dapat menyimpulkan bahwa sampel yang di analisis menggunakan percobaan metode berat molekul adalah urea (diaminomethanal)  dengan rumus kimia (NH2)2CO yang memiliki berat molekul 60. Sedangkan untuk zat yang yang di analisis dengan metode penentuan massa jenis gas adalah pelarut organic yaitu aseton. Download File Disini

Bales Dong

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: